Siswa di Palu dan Sigi Belajar di Dalam Tenda Pengungsian
Anak pengungsi belajar di tenda darurat di pengungsian lapangan Watulemo, kantor Walikota Palu, Selawesi Tengah, Senin (8/10). MI/RAMDANI.
Palu: Para siswa di sejumlah sekolah di Kota Palu dan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah belajar di tenda bantuan Unicef, salah satu organisasi PBB yang peduli dengan korban bencana gempa dan tsunami di Provinsi Sulawesi Tengah.

Pantauan di sejumlah sekolah di Ibu Kota Provinsi Sulteng, para murid SD Inti VI Lolu, Kecamatan Palu Timur sudah kembali beraktivitas, meski masih menggunakan tenda bantuan Unicef.

Meski duduk belajar dalam tenda berukuran 6x12 meter itu, para murid terlihat begitu ceria satu-sama lainnya. Mereka berbaur dengan guru-guru.


"Kita dapat bantuan tenda dari Unicef untuk menampung para siswa belajar," kata Hasan Basri, salah seorang guru SD Inti VI Lolu seperti dilansir Antara, Selasam 23 Oktober 2018.

Hasan menjelaskan, meski sekolah tempatnya mengajar luput dari gempa, namun proses belajar mengajar untuk sementara tidak dilakukan dalam ruangan, tetapi menggunakan tenda bantuan dari organisasi PBB. Di tenda tersebut, guru dan siswa duduk bersama sambil bermain.

Kondisi sama juga terlihat di SD Lolu dan SMP Negeri 1 Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi. Dua sekolah itu mengalami rusak berat dan hingga tidak bisa lagi digunakan.

"Kami terpaksa sementara ini belajar di tenda bantuan Unicef," kata salah seorang guru SMPN 1 Sigi Biromaru yang enggan disebut namanya.

Ia mengaku, hampir 100 persen ruangan kelas rusak berat. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) saat ini sedang membangun 333 unit sekolah darurat untuk mengakomodasi kegiatan belajar-mengajar bagi siswa-siswi di Palu, Donggala dan sebagian wilayah Sulawesi Tengah pasca bencana.

"Dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kita menyiapkan 333 unit sekolah darurat berkapasitas tujuh ruang," kata Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Poppy Dewi Puspitasari.

Poppy mengatakan, Unicef akan memberikan sekitar ratusan tenda berstandar internasional, yang mana saat ini satu tenda sudah berdiri di Patebo dan 20 unit tenda sedang dipersiapkan.

"Tenda masih dalam perjalanan nanti distribusinya tentunya setelah kita melakukan pendataan," pungkas Poppy.

Sebelumnya gempa 7,4 Skala Richter dan tsunami pada 28 September 2018 telah mengguncang Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong yang menyebabkan sekitar 186 ribu peserta didik di 1.724 satuan pendidikan dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, SMK terganggu dalam layanan pendidikan di tiga daerah terparah yaitu Kota Palu, Donggala, dan Sigi.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id