ilustrasi/Medcom.id
ilustrasi/Medcom.id

Stok Pangan di Aceh Aman, Warga Diminta Tak Panik

Antara • 30 Juni 2022 07:07
Aceh: Dinas Pangan Aceh memastikan ketersediaan komoditas pangan di daerahnya masih tercukupi. Warga diminta tidak khawatir akan kelangkaan barang, meski beberapa harga di antaranya melonjak tinggi.
 
"Secara umum ketersediaan komoditas strategis saat ini cukup, memadai, meskipun beberapa komoditi harganya tinggi," kata Kepala Dinas Pangan Aceh melalui Kepala Bidang Kesediaan Pangan Badriah Hasballah di Banda Aceh, Rabu, 29 Juni 2022
 
Ada 11 komoditas strategis nasional seperti beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit, daging sapi/kerbau, daging ayam, telur ayam, gula pasir, dan minyak goreng.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan data yang dihimpun dari 23 kabupaten/kota di Aceh, stok pangan strategis tersebut masih aman di setiap daerah, meski beberapa di antaranya terjual di pasar dengan harga tinggi, salah satunya seperti cabai merah.
 
"Hari ini harga cabai merah di pasar Rp105 ribu per kilogram, namun ketersediaan cabai di pasar masih tercukupi," ujar dia.
 
Sama hal dengan bawang merah, harga di pasar antara Rp60-65 ribu per kilogram, minyak goreng Rp16 ribu per liter, gula pasir Rp16 ribu per kilogram dan telur ayam Rp25 ribu per kilogram.
 
“Tapi semua komoditas ini stoknya aman. Ini contoh kita ambil pasar di Banda Aceh saja, rata-rata harganya tidak jauh beda dengan daerah lain. Jadi tidak ada harga yang naik secara signifikan,” ucapnya.
 
Baca: Polisi Sekat Masuk Ternak Perbatasan Aceh-Sumut Antisipasi PMK
 
Badriah menjelaskan tinggi harga komoditas pangan terjadi karena momentum tertentu, seperti hari besar keagamaan yang membuat lonjakan harga tidak dapat dihindari. Sama halnya dengan sekarang, harga beberapa bahan pokok pangan tinggi karena menjelang Hari Raya Iduladha 1443 Hijriah.
 
Di samping itu, harga tinggi juga bisa disebabkan karena stok pangan menipis. Informasi dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, lanjut dia, komoditi pangan Aceh saat ini memang mengalami penurunan angka produksi, namun tidak begitu signifikan.
 
"Penyebabnya, bisa macam-macam, bisa karena faktor cuaca seperti kekeringan atau angin kencang, dan juga karena para petani kurang mengikuti arahan penyuluh terkait siklus tanam," ucap dia.
 
Contoh seperti cabai merah, kata dia, siklus tanam yang tak menentu juga dapat membuat kelangkaan stok. Mestinya, petani mengikuti arahan penyuluh agar paham tentang siklus tanam sehingga stok dan harga cabai bisa tetap terjaga.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif