Ilustrasi--Calon penumpang menjalani tes cepat (rapid test) Antigen COVID-19 di Stasiun Kereta Api (KA) Madiun, Jawa Timur, Rabu (23/12/2020). (ANTARA FOTO/Siswowidodo/foc)
Ilustrasi--Calon penumpang menjalani tes cepat (rapid test) Antigen COVID-19 di Stasiun Kereta Api (KA) Madiun, Jawa Timur, Rabu (23/12/2020). (ANTARA FOTO/Siswowidodo/foc)

Dinkes Aceh Stok 70 Ribu Rapid Antigen Antisipasi Covid-19 jelang Lebaran

Antara • 15 April 2022 18:58
Banda Aceh: Dinas Kesehatan Aceh menyebutkan pemerintah provinsi setempat masih memiliki persediaan sekitar 70 ribu alat rapid antigen covid-19, sebagai upaya antisipasi apabila terjadi lonjakan kasus baru saat mudik Lebaran Idulfitri 1443 Hijriah.
 
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh Iman Murahman mengatakan alat rapid antigen tersebut tidak hanya tersedia di dinas provinsi, tetapi juga di dinas pada 23 kabupaten/kota di Aceh.
 
“Rapid antigen di provinsi, stok ada 70 ribuan. Untuk kabupaten/kota mereka masing-masing masih punya antara 10-20 ribu rapid tes antigen, masih siap. Ini langkah antisipasi kami,” katanya, Jumat, 15 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Iman menjelaskan memang saat ini pemerintah telah memberi pelonggaran kepada masyarakat yang mudik ke kampung halaman, dengan tidak meminta hasil negatif swab PCR maupun antigen, serta harus vaksinasi penguat.
 
Baca juga: Daop 6 Yogyakarta Tetap Buka Layanan Tes Antigen di 3 Stasiun
 
Kendati demikian, Pemerintah Aceh tetap berupaya untuk bersiaga apabila sewaktu-waktu terjadi lonjakan kasus baru covid-19. Apalagi menjelang Lebaran mobilitas warga yang mudik dari kota-kota besar akan tinggi.
 
“Sehingga kalau terjadi lonjakan lebih banyak, pemeriksaannya ke rapid antigen dulu. Rapid antigen lebih gampang ketimbang PCR, jadi langsung bisa kita lihat hasilnya positif atau negatif,” kata Iman.
 
Saat ini, menurut Iman, kondisi pandemi di Aceh sudah semakin membaik. Kasus-kasus sudah semakin rendah. Pemeriksaan swab PCR, baik di Balai Litbangkes Aceh maupun Labkesda Dinas Kesehatan Aceh yang umumnya juga banyak hasil negatif.
 
Ia menjelaskan upaya lain yang juga dilakukan Pemerintah Aceh adalah menggencarkan vaksinasi penguat dengan target 3,5 juta jiwa. Saat ini, seluruh kabupaten/kota di Aceh juga tetap menggelar vaksinasi pada malam hari, yakni usai salat tarawih.
 
“Memang penularan sudah semakin rendah, sehingga mudah-mudahan Ramadhan ini, kasus semakin menurun dan pelaksanaan vaksinasi terlaksana dengan lancar,” ujarnya.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif