Harimau Sumatra masuk perangkap BKSDA Aceh di Gunung Kapur, Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan (10/11/2021) ANTARA/HO/Suhaili
Harimau Sumatra masuk perangkap BKSDA Aceh di Gunung Kapur, Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan (10/11/2021) ANTARA/HO/Suhaili

Mangsa Ternak Warga, Harimau Sumatra di Aceh Selatan Dievakuasi

Antara • 10 November 2021 18:39
Aceh: Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menangkap seekor harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) menggunakan perangkap di Kabupaten Aceh Selatan. Harimau tersebut sebelumnya dilaporkan masyarakat memangsa hewan ternak.
 
"Harimau berhasil masuk perangkap kita dan sekarang sudah dibawa ke Unit Respons Konservasi atau CRU Trumon guna pemeriksaan dan perawatan," Kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Subulussalam BKSDA Aceh Hadi Sofyan di Aceh Selatan, Rabu, 10 November 2021. 
 
Hadi mengatakan pihaknya sedang menunggu tim dokter hewan guna memeriksa kondisi kesehatan serta memastikan usia dari harimau tersebut. Ia mengatakan harimau sumatra tersebut masuk perangkap yang dipasang di Desa Gunung Kapur, Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan, beberapa hari lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemasangan perangkap merespon keresahan masyarakat terhadap satwa dilindungi tersebut. Harimau tersebut dilaporkan juga menerkam kambing ternak masyarakat, kata Hady Sofyan
 
Menurut Hadi, harimau sering menampakkan diri di perkebunan warga di Aceh Selatan dalam rentang waktu sebulan terakhir. Bahkan ada laporan ternak kambing warga dimangsa harimau.
 
Baca: Meresahkan! Kecepek Liar di Jambi Terus Makan Korban
 
Keuchik (kepala desa) Gunong Kapur Suhaili mengakui ada harimau masuk perangkap. Selain itu, kehadiran harimau terlihat di perkebunan masyarakat di wilayah tersebut
 
"Beberapa waktu lalu juga masih ada harimau yang melintasi jalan di daerah Gunung Panton Bili. Penampakan harimau di kawasan tersebut sudah berlangsung sejak beberapa pekan lalu," kata Suhaili.
 
BKSDA Aceh mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian khususnya harimau sumatra dengan cara tidak merusak hutan yang merupakan habitat berbagai jenis satwa. Serta tidak menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup ataupun mati.
 
Kemudian, tidak memasang jerat, racun, pagar listrik tegangan tinggi yang dapat menyebabkan kematian satwa liar dilindungi. Semua perbuatan ilegal tersebut dikenakan sanksi pidana sesuai peraturan perundang-undangan.
 
Di samping itu, aktivitas ilegal lainnya juga dapat menyebabkan konflik satwa liar khususnya harimau sumatra dengan manusia. Konflik ini berakibat kerugian secara ekonomi hingga korban jiwa, baik manusia maupun keberlangsungan hidup satwa liar tersebut.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif