Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (Jabar) sekaligus Gubernur Jabar M Ridwan Kamil. (Dok Humas Pemprov Jabar)
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (Jabar) sekaligus Gubernur Jabar M Ridwan Kamil. (Dok Humas Pemprov Jabar)

Ridwan Kamil Siap Menjadi Relawan Vaksin Covid-19

Antara • 04 Agustus 2020 08:55
Bandung: Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat, M Ridwan Kamil, mengatakan siap menjadi relawan uji klinis vaksin covid-19 produksi Sinovac, Tiongkok. Tak hanya Kang Emil -sapaan akrab M Ridwan Kamil-, para pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jabar pun senada.
 
"Kami para pimpinan sedang merumuskan, jika tidak ada halangan dari unsur kesehatan pribadi, maka saya dan Forkopimda akan menjadi relawan untuk pengetesan vaksin (covid-19)," kata Kang Emil, di Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin, 3 Juli 2020.
 
Gubernur Jabar itu menilai, inisiatif pimpinan di Jabar akan menjadi contoh baik bagi masyarakat. Selain itu, diyakini bisa menambah keyakinan bahwa uji vaksin yang dilakukan BUMN PT Bio Farma akan berjalan lancar.

"Kalau pimpinannya juga melakukan (jadi relawan vaksin covid-19), insyaallah rakyatnya juga akan meyakini proses (uji klinis) vaksin ini berjalan dengan lancar," imbuhnya.
 
Dia mengungkap, hingga kini pendaftaran relawan vaksin mencapai 500 orang dari total 1.600 orang yang dibutuhkan. Kang Emil mengajak warga usia 20 tahun hingga 59 tahun untuk turut serta menjadi relawan uji klinis vaksin covid-19.
 
"Kita butuh 1.100 lagi. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada mereka yang usianya sesuai kriteria dan mau, untuk menjadi relawan," pintanya.
 
Adapun proses uji klinis vaksin covid-19 Sinovac fase 3 akan berjalan selama enam bulan atau hingga akhir 2020. Jika berjalan lancar, rencananya vaksin Sinovac akan mendapat izin edar dan diproduksi massal awal 2021.
 
Baca: Percayakan Obat Covid-19 dari Sumber Resmi
 
Sambil menunggu tahapan uji klinis tersebut, Kang Emil meminta masyarakat untuk terus mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun demi memutus rantai penularan covid-19.
 
"Perjalanan (mengatasi pandemi) masih panjang karena pengetesan vaksin ini akan berlangsung sampai akhir tahun. Sambil menunggu enam bulan itu tiba, maka pengetesan dan kedisiplinan memakai masker adalah cara untuk mengurangi persebaran (covid-19)," bebernya.
 
Dia mengingatkan sanksi bagi warga Jabar yang tidak menggunakan masker berupa denda segera diberlakukan pekan ini. Pihaknya kini tengah melakukan sosialisasi dan membagikan masker.
 
"Satu pekan terakhir sudah peneguran juga pemberian masker. Maka pekan ini pendendaan sudah akan dimulai dan akan dilakukan oleh Satpol PP dibantu Kepolisian dan TNI," imbaunya.
 
Tercatat hingga Senin, 3 Agustus 2020, sebanyak 3.992 orang telah dinyatakan sembuh, sementara jumlah positif aktif yaitu 2.435 orang. Jumlah kesembuhan di salah satu institusi pendidikan kenegaraan di Kota Bandung pun sudah mencapai lebih dari 1.000 orang dari total kasus positif sebanyak 1.200 orang.
 
"Ini untuk menyemangati bahwa jumlah yang sembuh di Jawa Barat sudah jauh lebih tinggi dibanding yang sakit," tukasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>