Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. MI/Haryanto
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. MI/Haryanto

Ganjar Pertanyakan Status Zona Hitam Covid-19 Solo

Mustholih • 14 Juli 2020 19:03
Semarang: Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mempertanyakan status Kota Solo yang masuk kategori zona hitam covid-19. Ganjar membantah Kota berpenduduk 500 ribu jiwa itu sudah naik status dari zona merah covid-19.
 
"Solo zona hitam itu kata siapa? Yang ngomong zona hitam siapa?" kata Ganjar di Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 14 Juli 2020.
 
Baca: Wali Kota: Solo 'Zona Hitam' Covid-19

Ganjar menduga status zona hitam disematkan ke Solo oleh pengamat yang membenci penanganan pandemi covid-19 di sana. "Soalnya yang terjadi dan kita kontrol saat ini di Solo ya di RSUD Moewardi dan UNS saja," jelas Ganjar.
 
Menurut Ganjar penyebaran virus korona dari klaster RSUD Moewardi dan UNS sudah ditangani dengan dilakukan penelusuran riwayat kontak, tes massal, dan isolasi. Sehingga tidak ada alasan, hanya karena dua klaster, Kota Solo berubah menjadi zona hitam virus korona.
 
"Saya juga heran, mungkin yang hitam itu bajumu," ujar Ganjar sembari menunjuk salah satu jurnalis yang mengenakan kaos hitam.
 
Sebelumnya Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan Kota Solo masuk kategori 'zona hitam' covid-19. Penetapan itu dilakukannya untuk memberikan shock therapy kepada masyarakat Solo.
 
Menurutnya alasan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solo dengan menyebut Solo bukan hanya masuk kategori zona merah tapi zona hitam sangat logis. Penambahan 18 pasien positif korona dalam satu hari merupakan rekor penambahan terbanyak.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>