Sleman: Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyebutkan berdasarkan peta epidemiologi pada 28 Juni 2020, tercatat tidak ada lagi kecamatan berstatus zona merah di wilayah itu.
Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmaladewi, mengatakan, Dinas Kesehatan Sleman mencatat empat kecamatan, yakni Gamping, Mlati, Depok, dan Ngemplak yang sebelumnya masuk zona merah, kini statusnya sudah turun.
"Kecamatan Gamping, Mlati, Depok saat ini berstatus zona oranye. Hanya Ngemplak yang turun dua strip ke zona kuning," kata dia, Selasa, 30 Juni 2020.
Selain Kecamatan Ngemplak, wilayah yang telah masuk zona kuning antara lain, Kecamatan Tempel, Turi, Pakem, Berbah, Kalasan, Moyudan, Minggir, dan Seyegan.
Baca juga: Gugas Covid-19 Jatim Siapkan Sistem Rujukan Satu Pintu
"Zona hijau yakni Kecamatan Cangkringan. Ini merupakan satu-satunya zona hijau dari 17 kecamatan yang ada di Sleman," jelas dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo menambahkan zona merah ditetapkan bagi kecamatan yang terjadi transmisi lokal dalam sebulan terakhir.
"Status zona merah di suatu wilayah bisa turun menjadi oranye jika dari kasus terakhir di generasi tersebut tidak menularkan ke generasi berikutnya," beber Joko.
Ia menyebutkan transmisi lokal terjadi jika ditemukan penularan dari generasi kedua ke generasi ketiga. "Dan secara epidemiologi bisa dibuktikan."
Menurut dia, tidak adanya zona merah di Sleman sudah ditetapkan berdasarkan kajian epidemiologi, meskipun beberapa hari terakhir di Sleman ditemukan kasus positif baru dari pelaku perjalanan dari area terdampak (PPAT).
"Tapi peta epidemiologi itu bersifat dinamis sesuai dengan perkembangan kasus covid-19," jelas dia.
Sleman: Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyebutkan berdasarkan peta epidemiologi pada 28 Juni 2020, tercatat tidak ada lagi kecamatan berstatus zona merah di wilayah itu.
Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmaladewi, mengatakan, Dinas Kesehatan Sleman mencatat empat kecamatan, yakni Gamping, Mlati, Depok, dan Ngemplak yang sebelumnya masuk zona merah, kini statusnya sudah turun.
"Kecamatan Gamping, Mlati, Depok saat ini berstatus zona oranye. Hanya Ngemplak yang turun dua strip ke zona kuning," kata dia, Selasa, 30 Juni 2020.
Selain Kecamatan Ngemplak, wilayah yang telah masuk zona kuning antara lain, Kecamatan Tempel, Turi, Pakem, Berbah, Kalasan, Moyudan, Minggir, dan Seyegan.
Baca juga:
Gugas Covid-19 Jatim Siapkan Sistem Rujukan Satu Pintu
"Zona hijau yakni Kecamatan Cangkringan. Ini merupakan satu-satunya zona hijau dari 17 kecamatan yang ada di Sleman," jelas dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo menambahkan zona merah ditetapkan bagi kecamatan yang terjadi transmisi lokal dalam sebulan terakhir.
"Status zona merah di suatu wilayah bisa turun menjadi oranye jika dari kasus terakhir di generasi tersebut tidak menularkan ke generasi berikutnya," beber Joko.
Ia menyebutkan transmisi lokal terjadi jika ditemukan penularan dari generasi kedua ke generasi ketiga. "Dan secara epidemiologi bisa dibuktikan."
Menurut dia, tidak adanya zona merah di Sleman sudah ditetapkan berdasarkan kajian epidemiologi, meskipun beberapa hari terakhir di Sleman ditemukan kasus positif baru dari pelaku perjalanan dari area terdampak (PPAT).
"Tapi peta epidemiologi itu bersifat dinamis sesuai dengan perkembangan kasus covid-19," jelas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MEL)