Korban Bencana Lombok Kembangkan Usaha Holtikultura

Antara 31 Oktober 2018 19:21 WIB
Gempa Donggala
Korban Bencana Lombok Kembangkan Usaha Holtikultura
Sejumlah bocah korban gempa bermain dekat hunian sementaranya di Dusun Menggala Timur, Desa Pemenang Barat, Tanjung, Lombok Utara, Rabu (24/10/2018). ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi.
Lombok: Korban bencana gempa bumi di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menata ekonomi. Warga di sekitar lokasi tersebut mengembangkan usaha tanaman holtikultura.

Pendamping Psikososial PMI Provinsi NTB, Elvana Kusdijianto mengatakan, warga tersebut menetap di  Dusun Sentul Asli, Desa Pendua, Kecamatan Kayangan 
"Iingin mendirikan usaha pascagempa lalu pada bidang holtikultura, langkah ini langsung kami sambut dan direalisasikan yang berkoordinasi dengan beberapa komunitas seperti pemerintah daerah setempat," kata Elvana di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Rabu, 31 Oktober 2018.

Elvana menjelaskan, penanaman holtikultura disesuaikan dengan kondisi tanah. Nantinya setelah panen, hasil panen akan dimanfaatkan untuk pengembangan usaha lain atau bisa modal untuk menanam.


Pihaknya juga mengapresiasi warga setempat yang tidak ingin selalu berpangku tangan menunggu bantuan dari pemerintah maupun lembaga kemanusiaan. Warga ingin bangkit dari keterpurukan dan tidak ingin berlama-lama dalam kesedihan.

Menurutnya, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan sales area penyedia benih tanaman hoitikultura yang nantinya pengadaan benih itu dibiayai oleh PMI dan hingga kini sudah ada beberapa kelompok masyarakat yang mulai bercocok tanam.

"Korban bencana tidak hanya membutuhkan bantuan berupa makanan, hunian tepat maupun sementara, tetapi mereka juga butuh suport untuk ekonominya. Sehingga kami tidak hanya fokus dalam pemberian bantuan fisik tetapi ekonomi pun dikedepankan," tambah Elvana.

Elvana mengatakan pihaknya terus melakukan pendataan di masyarakat untuk mengetahui apa yang menjadi keinginan korban bencana disesuaikan dengan kemampuan PMI.

Tetapi untuk saat ini difokuskan dalam pemberdayaan masyarakat, tentunya dalam melakukan aksi tersebut pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah setempat maupun komunitas lainnya.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id