Kabaharkam Polri, Komjen Arief Sulistyanto sai meninjau gebyar vaksinasi yang dilaksanakan TNI-Polri di Gedung Harapan Kasih. Foto: Medcom/Aditya
Kabaharkam Polri, Komjen Arief Sulistyanto sai meninjau gebyar vaksinasi yang dilaksanakan TNI-Polri di Gedung Harapan Kasih. Foto: Medcom/Aditya

Omicron di Jabar Meningkat, Masyarakat Diminta Tak Panik

P Aditya Prakasa • 09 Februari 2022 14:05
Bandung: Kasus covid-19 varian Omicron di Jawa Barat, mengalami kenaikan. Kabaharkam Polri, Komjen Arief Sulistyanto, meminta masyarakat tidak panik dan tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes).
 
"Tidak perlu panik, tetap prokes dan yang belum vaksin segera vaksin, yang belum booster segera datang tempat vaksin yang sudah dipersiapkan," kata Arief usai meninjau gebyar vaksinasi yang dilaksanakan TNI-Polri di Gedung Harapan Kasih, Kota Bandung, Rabu 9 Februari 2022.
 
Arief mengatakan kasus covid-19 varian Omicron memang sedang melonjak di beberapa wilayah. Bahkan dia menyebut sebaran di wilayah Jabar termasuk tertinggi.

"Bahkan di tiga Provinsi jumlah peningkatan ada yang melebihi kasus Delta pada Agustus-September 2021. Alhamdulillah Jabar cukup tinggi tapi di bawah itu," tutur Arief.
 
Arief meminta masyarakat tetap melaksanakan prokes ketat saat berada di luar rumah. Dia juga mengimbau melapor dan melakukan isolasi apabila terinfeksi.
 
Baca: Pemda Diminta Segera Siapkan Fasilitas Isolasi Terpusat
 
"Laksanakan prokes ketat, jangan pernah lepas masker, hindari kerumunan, cuci tangan. Apabila terinfeksi agar tidak terjadi penularan, lakukan isolasi, mulai terpusat, kalau gejala ringan isolasi mandiri dengan pengawasan nakes," ucapnya.
 
Berdasarkan data terakhir, penambahan kasus covid-19 sebanyak 9.042 jiwa per Rabu, 9 Februari 2022. Angka tersebut merupakan yang tertinggi di tahun 2022.
 
Sementara itu, pasien covid-19 yang meninggal tercatat tiga jiwa. Lalu yang sembuh mencapai 1.247 orang.
 
Sebaran kasus covid-19 harian tertinggi didominasi dari daerah Bodebek. Lima daerah penyumbang penambahan kasus terbanyak, yakni Kota Depok dengan 1.625 kasus, Kabupaten Bogor sebanyak 1.260 kasus, Kota Bekasi 1.048 kasus, Kabupaten Bekasi 760 kasus, dan Kota Bandung 564 kasus. Kemudian, sebanyak 2.476 kasus yang belum teridentifikasi asal daerahnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(NUR)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan