Tim gabungan mencari korban terdampak erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis, 9 Desember 2021. Foto: BPBD Kabupaten Lumajang
Tim gabungan mencari korban terdampak erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis, 9 Desember 2021. Foto: BPBD Kabupaten Lumajang

Fase Darurat Transisi Penanganan Semeru Berlangsung 90 Hari

Nasional BNPB gunung semeru Gunung Semeru Meletus korban erupsi Gunung Semeru
Amaluddin • 28 Desember 2021 16:05
Surabaya: Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, menyebut masa status tanggap darurat di kawasan terdampak erupsi Gunung Semeru telah berakhir 24 Desember 2021. Saat ini statusnya beralih transisi darurat di desa-desa terdampak erupsi Semeru.
 
"Fase transisi darurat ini ditetapkan selama 90 hari, menuju pemulihan," kata Muhari, Selasa, 28 Desember 2021.
 
Muhari menjelaskan penetapan masa transisi darurat ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Lumajang bernomor 188.45/556/427.12/2021, tentang Penetapan Peralihan Masa Tanggap Darurat ke Masa Transisi Darurat. Salah satu prioritas pada fase ini yaitu percepatan relokasi hunian sementara (huntara).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan data Pos Komando (Posko) Penanganan Darurat Bencana Erupsi Semeru tercatat total rumah rusak mencapai 1.027 unit. Rumah rusak tersebar di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, dengan kategori rusak berat 505 unit, lalu di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, rumah rusak berat 85 unit dan rusak berat 437 unit.
 
Baca: Penanganan Pascaerupsi Semeru Memasuki Status Transisi Darurat
 
Mahuri mengatakan, pemerintah daerah saat ini terus melakukan persiapan relokasi huntara warga terdampak. Lahan area lokasi yang telah mendapatkan izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mulai dibersihkan. Pembersihan lahan masih berlangsung di Desa Sumbermujur.
 
"Pemerintah daerah mengerahkan alat berat untuk pelebaran jalan dan pengaspalan. Hal ini untuk mempermudah aktivitas warga nantinya," ujarnya.
 
Sementara itu, total warga mengungsi berjumlah 9.417 jiwa yang tersebar di 402 titik. Konsentrasi pengungsian terpusat di 3 Kecamatan, yaitu di Pasirian 15 titik 1.657 jiwa, Candipuro 22 titik 3.897 jiwa dan Pronojiwo 7 titik 1.136 jiwa.
 
Lalu pengungsian di luar Kabupaten Lumajang berada di Kabupaten Malang 9 titik 341 jiwa, Probolinggo 1 titik 11 jiwa, Blitar 1 titik 3 jiwa dan Jember 3 titik 13 jiwa.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif