NEWSTICKER
Penyidik Polda Sulsel Kompol Wirdanto
Penyidik Polda Sulsel Kompol Wirdanto

Manajer Keuangan ABU Tours Susul Bosnya ke Rutan Jaksa

Nasional penipuan ibadah umrah Abu Tours Travel
Andi Aan Pranata • 20 Agustus 2018 15:34
Makassar: Penyidik Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menyerahkan manajer keuangan perusahaan travel umrah ABU Tours bernama Muhammad Kasim kepada Kejaksaan Negeri Makassar, Senin, 20 Agustus 2018.
 
Kasim beserta sejumlah barang bukti dilimpahkan setelah proses penyidikannya di Polda Sulsel dianggap telah lengkap. Dia menyusul Direktur Utama ABU Tours Hamzah Mamba, yang telah lebih dulu mendekam di rumah tahanan kejaksaan.
 
Kasim, oleh polisi disebut turut serta dalam kasus dugaan penipuan, penggelapan, dan pencucian uang setoran jemaah umrah. Polisi menjeratnya bersama barang bukti yang terdiri dari uang senilai Rp1,8 miliar, satu unit mobil Honda Brio, dokumen, dan beberapa barang properi perusahaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Dia dijerat atas peranannya sebagai manajer keuangan, yang membantu Dirut mengelola uang masuk maupun mendistribusikannya ke sejumlah unit bisnis dan kepentingan pribadi,” kata Kepala Subdit 2 Direktorat Kriminal Khusus Polda Sulsel Kompol Wirdanto di Makassar, Senin 20 Agustus.
 
Polda Sulsel menetapkan lima tersangka dalam kasus ABU Tours. Selain dua orang di atas, tersangka lain adalah istri Hamzah sekaligus komisaris perusahan, Nursyahriah Mansyur serta komisaris bernama Chaeruddin. Satu tersangka berupa korporasi ABU Tours, yang diwakili oleh Hamzah selaku direktur utama.
 
Tersangka dijerat dengan Ppasal 732 dan 55 KUHP tentang penggelapanserta penipuan. Mereka juga disangkakan dengan Pasal 5 Undang-undang nomor 8 tahun 2010 tentang pencucian uang dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.
 
“Untuk tiga tersangka yang lain masih dalam pemberkasan. Kejaksaan sudah mengembalikan kepada kami, karena ada sejumlah petunjuk yang mesti dilengkapi terkait barang bukti,” kata Wirdanto.
 
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani mengungkapkan, pihaknya juga terus mengejar aset terkait ABU Tours. Aset mesti disita karena diduga dibeli dari uang hasil kejahatan. Seluruh asetjadi barang bukti penyidikan serta di persidangan kelak.
 
"Total aset ABU Tours yang disita sudah lebih dari Rp250 miliar," kata Dicky di Makassar, Minggu 19 Agustus 2018.
 
Pada Minggu siang, penyidik Polda Sulsel menyita aset berupa tanah, bangunan, dan sertifikat yayasan pendidikan Pesantren Al Ikram. Lalu terdapat yayasan pendidikan kursus bernama Almira yang sudah tutup. Polda kemudian menyita unit alat pencetak pada unit bisnis Alika Printing, serta sebuah radio bernama Bharata.
 
"Turut disita unit restoran jaringan Alabaik, yakni Chopper dan Lobby yang dalam kondisi aktif serta Silverhawk dan Kabuki yang sudah tutup," kata Dicky lewat keterangan tertulis.
 
Sebelumnya, pada Juli lalu, Polda menyita rumah senilai Rp1,6 miliar lebih di kawasan CitraLand kabupaten Gowa. Sejak awal tahun, puluhan aset juga telah dibekukan. Antara lain berupa 33 aset benda tidak bergerak seperti tanah dan bangunan, 36 kendaraan bermotor, alat elektronik, alat usaha, dan uang tunai.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif