Ilustrasi. Pohon tumbang akibat kebakaran hutan. Antara/FB Anggoro.
Ilustrasi. Pohon tumbang akibat kebakaran hutan. Antara/FB Anggoro.

12.901 Hektare Lahan di Pegunungan Kendeng Rusak

Nasional pembalakan liar
Mustholih • 04 Desember 2019 16:09
Semarang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah menyoroti kerusakan lahan di wilayah Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah, yang sudah sedemikian parah. Pembalakan liar pepohonan di Pegunungan Kendeng dituding sebagai salah satu penyebab hutan menjadi gundul.
 
"Di samping kegagalan reboisasi karena ternyata Perhutani kurang terintegrasi dengan stakeholder terkait. Ada tanaman mati dibiarkan. Kalau masyarakat diajak terlibat tentunya akan turut memelihara ekologi," kata Kepala BPBD Jawa Tengah, Sudaryanto, Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 4 Desember 2019.
 
Menurut Sudaryanto, parahnya kerusakan hutan di Pegunungan Kendeng bisa dilihat dari bencana banjir tahunan yang melanda wilayah Sukolilo, Kayen, dan Tambakromo, Pati, akibat limpasan air dalam debit yang cukup besar. Sedangkan pada musim kemarau, bencana kekeringan setiap tahun juga menghantui penduduk Kendeng yang mengalami krisis air bersih.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pada 2019, kekeringan meliputi 14 kecamamatan yang terdiri 137 desa. Dropping bantuan air sampai hari ini sudah mencapai 1.749 tangki," ujar Sudaryanto menegaskan.
 
Sudaryanto berujar penggundulan hutan Kendeng juga mengakibatkan banyak sungai di sana mengalami pendangkalan. "Rontoknya tanah-tanah di Pegunungan Kendeng masuk ke sungai dan menyebabkan sedimentasi," jelas Sudaryanto.
 
BPBD mencatat total ada 12.901 hektare lahan Pegunungan Kendeng yang rusak. Kerusakan lahan itu berada di wilayah kesatuan pemangku hutan (KHP) Kayen dan Jakenan.
 
"Kerusakan lahan ini mengancam 1,2 juta penduduk di Sukolilo, Tambakromo, Kuwawur, Lunggoh, dan Barisan," terang Sudaryanto.
 
Sudaryanto menyatakan butuh kerja sama banyak pihak untuk bisa menghijaukan kembali laham kritis Pegunungan Kendeng. Rencananya, BPBD Jateng akan melakukan reboisasi kawasan Kendeng dengan tanaman yang berfungsi ekologis dan ekonomis.
 
Sebagai langkah awal, seluas 1.464 hektare lahan di kawasan Kendeng akan dijadikan pilot project reboisasi yang diinisiasi BPBD Jateng. Sudaryanto mengungkapkan kurang lebih butuh tiga juta bibit untuk ditanam di lahan seluas seribu hektar lebih itu. "Perhitungan pelaksanaan di mulai pertengahan Desember hingga April 2020. Musim hujan waktu yang cocok untuk melakukan penanaman pohon," jelas Sudaryanto.
 
Sudaryanto menyatakan BPBD Jateng sudah merancang perencanaan sedemikian rupa untuk reboisasi hutan Pegunungan Kendeng. Setiap satu hektare lahan Pegunungan Kendeng akan ditanam 200 bibit pohon bermacam jenis. "Lima orang mendapat jatah tanam pohon satu hektar untuk lima hari kerja. Target pekerjaan 150 hari sehingga dibutuhkan kurang lebih 2.150 personil. Bibit yang akan ditanam pohon gamal, mpon-mpon, dan porang," ungkap Sudaryanto.

 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif