Pembukaan Pionir IX di UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang, Jawa Timur. Medcom.id/Daviq Umar al Faruq
Pembukaan Pionir IX di UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang, Jawa Timur. Medcom.id/Daviq Umar al Faruq

Menag Tinggalkan Rapat Kabinet Tanpa Izin Presiden

Nasional menteri agama
Daviq Umar Al Faruq • 16 Juli 2019 07:53
Malang: Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku meninggalkan rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden Jakarta, Senin 15 Juli 2019, sore demi Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (Pionir) IX 2019 di Universits Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim, Malang, Jawa Timur. Bahkan rapat tersebut dia tinggal tanpa seizin Presiden Joko Widodo.
 
"Sore tadi saya cukup stress. Khawatir tidak bisa hadir disini malam ini," kata Lukman di hadapan ribuan peserta Pionir IX 2109.
 
Lukman lalu menceritakan, dirinya harus mengikuti rapat kabinet terbatas bersama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada pukul 15.00 WIB. Padahal, Lukman sudah membeli tiket pesawat ke Malang dan take off pukul 15.45 WIB.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi saya sudah membayangkan saya sulit untuk bisa mencapai bandara untuk mengejar pesawat udara," kisahnya.
 
Pada pukul 15.02 WIB, Presiden Jokowi mengakhiri uraian dan arahannya dalam rapat kabinet terbatas. Lukman pun meninggalkan rapat menuju bandara untuk mengejar pesawat.
 
"Tanpa seizin beliau (Jokowi) sebenarnya, saya lalu kemudian meninggalkan rapat terbatas yang sebenarnya belum selesai," terangnya.
 
Lukman bercerita ke mahasiswa di hadapannya, dia dan petinggi akan dimarahi seluruh mahasiswa-mahasiswi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) bila tidak hadir saat pembukaan Pionir IX 2019. Semisalnya dia pergi tanpa izin, hanya dia yang akan akan dimarahi Presiden Jokowi.
 
"Tapi saya meyakini betul karena yang akan saya jumpai adalah para mahasiswa-mahasiswi. Saya yakin sepenuhnya Bapak Presiden tidak akan marah dengan alasan saya meninggalkan rapat yang belum selesai itu," imbuhnya.
 
Presiden Jokowi, kata dia, memiliki kecintaan yang luar biasa kepada generasi muda Indonesia. Bangsa negara akan dititipkan ke pemuda-pemudi untuk bisa berkembang ke arah yang lebih baik dan, lebih berkualitas di masa mendatang.
 
Acara ini menjadi ajang kompetisi keilmuan, olahraga, seni dan riset tingkat nasional mahasiswa PTKIN Kementerian Agama RI. Ajang dua tahunan untuk mahasiswa itu digelar di UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang, Jawa Timur pada 15-21 Juli 2019.
 
Tahun ini, Pionir diikuti oleh sebanyak 3.292 atlet dan 704 ofisial dari tujuh STAIN, 34 IAIN dan 17 UIN di seluruh Indonesia. Gelaran yang mengusung tema 'Spirit of Unity' ini mempertandingkan 34 cabang lomba dan diselenggarakan di 38 gelanggang bekerjasama dengan KONI dan Kemenpora.
 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif