Tersangka pembunuhan Hakim PN Medan Jamaluddin. Foto: . Foto: ANT/SEPTIANDA PERDANA
Tersangka pembunuhan Hakim PN Medan Jamaluddin. Foto: . Foto: ANT/SEPTIANDA PERDANA

Otak Pembunuhan Hakim Medan Menangis Saat Rekonstruksi

Nasional rekonstruksi pembunuhan pembunuhan
Antara • 13 Januari 2020 16:53
Medan: Rekonstruksi pembunuhan terhadap Hakim Pengadilan Negeri Medan Jamaluddin digelar hari ini, Senin, 13 Januari 2020. Tersangka otak pembunuhan, Zuraida Hanum (ZH) yang merupakan istri korban menangis saat mengungkap motif pembunuhan.
 
"Suami saya terus-menerus berselingkuh dengan perempuan-perempuan lain dan dari pertama perkawinan saya dia selalu mengkhianati saya. Saya lagi hamil pun dia bawa perempuan ke rumah. Saya sudah mengadu ke keluarganya dan mengadu ke kakak-kakak kandungnya, adik kandungnya tapi mereka tidak berdaya apa-apa," kata Zuraida, melansir Antara, Senin, 13 Januari 2020.
 
Zuraida mengaku telah meminta cerai, namun Jamaluddin menolak lantaran malu. Zuraida merupakan istri kedua Jamaluddin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jangan coba-coba minta cerai dengan saya. Karena perceraian kedua, saya akan malu. Karena saya seorang hakim. Sementara dia menyakiti saya dengan perempuan-perempuannya," ujar Zuraida.
 
Sementara itu, lokasi rekonstruksi kejadian pertama dilakukan di Warung Everyday, Jalan Arteri Ring Road, Asam Kumbang, Kecamatan Medan Sunggal, Medan, Sumatra Utrara. Warung Everyday merupakan tempat bertemunya tersangka Zuraida dan Jefri Pratama (JP).
 
Dalam pertemuan tersebut, Zuraida meminta kepada JP untuk membunuh korban. "Tersangka ZH mengatakan rasanya ia mau mati saja, dikarenakan banyak masalah dengan almarhum Jamaluddin. Lebih baik almarhum harus mati, dan ZH meminta tolong agar almarhum dimatikan," kata tim penyidik melansir Antara.
 
Kemudian tersangka JP menyarankan ZH untuk menyelesaikan masalahnya dengan korban ke Pengadilan Agama. Namun ZH memilih untuk tetap membunuh korban.
 
Tim gabungan Polda Sumut dan Polrestabes menangkap tiga pelaku pembunuhan Hakim Jamaluddin. Yakni Zuraida Hanum, Jefri Pratama, dan Reza Fahlevi (RF).
 
Pihak Kepolisian menyatakan bahwa pembunuhan dilatarbelakangi oleh permasalahan rumah tangga. Para tersangka terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup.
 
Pelaku melanggar Pasal 340 sub Pasal 338 jo Pasal 55 ayat 1 ke 1e, 2e KUHP. Pasal 340 KUHP berbunyi Barangsiapa dengan sengaja dan dengan direncanakan lebih dahulu menghilangkan nyawa orang lain, dihukum karena pembunuhan direncanakan (moord), dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya dua puluh tahun.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif