Pelaksana tugas (Plt) Dinas Perhubungan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar di Kota Tangerang, Banten, Rabu, 14 Agustus 2019. Medcom.id/ Hendrik Simorangkir.
Pelaksana tugas (Plt) Dinas Perhubungan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar di Kota Tangerang, Banten, Rabu, 14 Agustus 2019. Medcom.id/ Hendrik Simorangkir.

Angkot di Tangerang Akan Terintegrasi BRT

Nasional angkot transportasi
Hendrik Simorangkir • 14 Agustus 2019 16:33
Tangerang: Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mewacanakan integrasi Angkutan Perkotaan (Angkot) dengan transportasi Bus Rapid Transit (BRT). Upaya integrasi tersebut untuk membenahi transportasi di wilayah Kota Tangerang.
 
Pelaksana tugas (Plt) Dinas Perhubungan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar mengatakan integrasi tersebut bisa mengurangi kemacetan lantaran pemberhentian angkot hanya akan terjadi pada halte tertentu.
 
"Angkot baru ini nantinya akan terintegrasi dengan BRT sehingga tidak ada lagi angkot yang berhenti sembarangan karena telah sesuai dengan trayek-trayek dan headway yang ada. Nantinya juga akan kita buat skema per sepuluh menit akan ada angkot, atau per limabelas menit akan ada angkot," kata Wahyudi, Rabu, 14 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wahyudi meyakinkan rencana ini adalah upaya untuk memperbaiki kesejahteraan dan layanan umum untuk masyarakat Tangerang. Jadi dampak negatifnya seperti pengurangan sopir angkot atau berkurangnya pendapatan angkot atas wacana ini sedang diperdalam.
 
Menurut Wahyudi angkot terintegrasi ini akan beroperasi pada 2020, sementara uji coba akan dilakukan pada akhir tahun ini.
 
Wahyudi berharap dengan program angkutan kota yang baru ini masalah kesejahteraan dari sopir dan pemilik angkutan kota justru menjadi semakin membaik.
 
"Kemungkinan bisa kita gaji supirnya dan pemilik angkotnya bisa kita libatkan dalam bentuk wadah koperasi. Sehingga tidak mengurangi pendapatan yang ada, bahkan mungkin kesejahteraannya bisa ditambah dengan kita daftarkan BPJS dan sebagainya. Tapi Ini masih jadi wacana, karena kita masih harus menghitung komponen-komponen," jelas Wahyudi.

 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif