Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, (kanan), MI/Ramdani
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, (kanan), MI/Ramdani

Provinsi Jateng Bakal Bentuk Satgas Sampah

Nasional sampah lingkungan hidup
Mustholih • 14 Oktober 2019 14:54
Semarang: Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, berencana membentuk Satuan Tugas (Satgas) Sampah di desa-desa se-Jateng. Satgas tersebut ditargetkan sudah bisa bekerja pada tahun depan.
 
"Saya lagi nyusun APBD, untuk kita rancang agar soal penanganan sampah bisa masuk. Kepala dinas LHK ditunjuk sebagai ketua Dewan Konsorsium Sampah," kata Ganjar, Semarang, Jateng, Senin, 14 Oktober 2019.
 
Ganjar mengeluarkan rencana itu setelah menerima empat rekomendasi dari hasil Kongres Sampah pada 12-13 Oktober 2019. Rekomendasi itu mengamanatkan Ganjar membentuk Satgas Sampah di seluruh desa di Jateng, mencanangkan gerakan pemilahan sampah, memberi insentif pada inovasi pengolahan, dan pembentukan Dewan Konsorsium Sampah Jateng.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini yang kita jadikan acuan untuk mengeluarkan kebijakan. Jadi Kongres Sampah bukan sekadar kumpul-kumpul atau pertukaran wacana," ujar Ganjar menegaskan.
 
Menurut Ganjar, pembentukan Satgas Sampah sangat mungkin terwujud. Sebab, biar bagaimanapun, pembentukan Satgas Sampah tetap membutuhkan waktu.
 
"Banyak orang yang tidak sabar sehingga orang menyampaikan bahwa ini harus cepat. Ada cara di setiap desa, itu filosofi yang mungkin banyak orang yang tidak menyadari itu. Saya tidak suka menyeragamkan, desa itu punya cara masing-masing," ungkap Ganjar.
 
Apabila Satgas Sampah sudah berjalan, Ganjar optimistis bakal mempermudah pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). "Kita ukur satu tahun nanti ada perubahan di setiap area atau tidak? Perguruan tinggi akan kita libatkan untuk ini," jelasnya.
 
Ganjar berujar per tahun Jateng mampu menghasilkan 5,7 juta ton sampah atau 15.671 ton per hari. "Sementara untuk mengatasi itu, Jawa Tengah memiliki kekuatan 1.562 Bank Sampah, 144 TPA 3 R dan 542 Rumah Rosok yang hanya bisa mengurangi 267.861 ton atau hanya 4,71 persen per tahun," kata Ganjar.

 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif