Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum saat melihat lokasi terdampak banjir di Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis 27 Februari 2020. Antonio/Medcom.id
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum saat melihat lokasi terdampak banjir di Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis 27 Februari 2020. Antonio/Medcom.id

Wagub Jabar Sebut Proyek KCIC Belum Kantongi Amdal

Nasional banjir jakarta bencana longsor
Antonio • 27 Februari 2020 17:09
Bekasi: Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhaul Ulum mengaku prihatin karena proyek strategis nasional (PSN) menjadi salah satu penyebab banjir di Kota Bekasi. Hal itu dia sampaikan usai meninjau wilayah yang sempat terdampak banjir terparah di Perumahan Bumi Nasio, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis 27 Februari 2029.
 
UU mengatakan, dirinya mendapatkan informasi bahwa penyebab banjir di Kota Bekasi pada Selasa, 25 Februari 2020 bukan hanya akibat intensitas hujan yang tinggi. Tetapi, ada beberapa hal lain yang menjadi penyebab banjir.
 
Antara lain, meningginya debit air sungai sehingga permukaan air berada di atas dan permukiman di bawah. Yang kedua, kata Uu, karena adanya pembangunan berskala nasional yang melintasi Kota Bekasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seperti, Kereta Cepat Jakarta Bandung, Light Rail Transit (LRT) dan juga Jalan Tol Bekasi Cawang Kampung Melayu (Becakayu). "Dan yang kami merasa prihatin ternyata KCIC (Kereta Cepat Indonesia–China) ini tidak ada Analisis mengenai dampak lingkungannya (Amdal). Makanya Amdal belum ada bangunan atau proyek sudah dimulai ya berdampak seperti ini," kata Uu di Bekasi.
 
Oleh karena itu, lanjut UU, penyelesaian masalah banjir di wilayah Kota Bekasi harus diselesaikan dengan koordinasi bersama Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota.
 
"Termasuk pihak investor yang punya kegiatan di wilayah ini karena itu juga ada dampaknya terhadap bencana di sini," ujarnya.
 
Uu menambahkan, kehadirannya di Kota Bekasi sesuai tugas dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Dia diperintahkan untuk melihat kondisi dan mendengarkan harapan warga terdampak banjir serta Pemerintah Kota Bekasi.
 
Nantinya, hal itu akan menjadi perhatian pihaknya guna menentukan solusi kongkret atas persoalan banjir di Kota Bekasi.
 
Sekadar informasi, terdapat sebanyak 90 titik di Kota Bekasi yang terendam banjir pada Selasa, 25 Februari 2020. Selain itu, terdapat lima titik lokasi longsor.
 

(ALB)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif