Ketua DPRD Samarinda Siswadi. (dprd.samarindakota.go.id)
Ketua DPRD Samarinda Siswadi. (dprd.samarindakota.go.id)

Ketua DPRD Samarinda Meninggal

Media Indonesia.com • 11 Juli 2020 09:23
Samarinda: Ketua DPRD Samarinda, Siswandi, meninggal pada Jumat,10 Juli 2020, usai berolahraga. Siswandi diduga mengalami serangan jantung.
 
Almarhum sempat menjalani perawatan medis  di Rumah Sakit Darjad Samarinda, Kalimantan Timur. Namun nyawanya tidak tertolong.
 
"Kami sangat kehilangan atas meninggalnya beliau," ujar Wakil Ketua DPRD Samarinda, Subandi, melansir Mediaindonesia.com, Sabtu, 11 Juli 2020. 

Dia mengaku terkejut dengan meninggalnya Siswadi. Padahal, kata dia, sehari sebelumnya bersama Siswadi sempat memimpin rapat di DPRD Samarinda. 
 
Subandi mengaku tidak mengetahui riwayat penyakit yang diderita Siswadi. Subandi menerangkan hanya mendapat informasi, Siswadi sempat fitnes sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit. 
 
Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Joha Fajal, juga terkejut dengan kepergian sahabat dekatnya. Sebab, sehari sebelumnya, ia mengaku sempat berkomunikasi usai Rapat Paripurna DPRD Samarinda. 
 
"Usai rapat, saya sempat diskusi panjang. Beliau adalah sahabat saya. Beliau orang baik. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya," harapnya. 
 
Siswadi tercatat sebagai politikus PDIP yang tiga periode berhasil duduk di parlemen Samarinda. Ia menjabat Wakil Ketua DPRD satu periode dan menjabat Ketua DPRD Samarinda selama dua periode.
 
Siswadi dilahirkan pada 4 Februari 1969 dan mempersunting Rini Gustiana. Almarhum meninggalkan seorang istri dan tiga anak.
 
Anak sulung Siswadi, Romadhony Putra Pratama, yang menjadi anggota DPRD Provinsi Kaltim dari PDIP, menduga ayahnya memiliki penyakit stroke. Sebelum wafat, sang ayah masih sempat olahraga.
 
 "Saat olahraga beliau tiba-tiba jatuh. Lalu dilarikan ke rumah sakit. Diduga stroke," jelas Romadhony.
 
Saat mengetahui ayahnya jatuh, ia menuju rumah sakit untuk menjenguk ayahnya di Instalasi Gawat Darurat. Saat menjenguk, Romadhony melihat Siswadi sempat sadar dan dibantu alat pernapasan.
 
"Namun, akhirnya, kondisinya terus menurun hingga meninggal," ujarnya. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>