Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Polisi Diminta Gelar Perkara Khusus Kasus Bapak Perkosa 3 Anak di Luwu Timur

Nasional pemerkosaan Kekerasan Anak Bapak Perkosa 3 Anak
Muhammad Syawaluddin • 13 Oktober 2021 15:11
Makassar: Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar meminta pihak kepolisian melakukan gelar perkara khusus kasus bapak perkosa tiga anak di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Kasus tersebut dinilai sudah memenuhi syarat untuk dilakukan gelar perkara khusus. 
 
Wakil Direktur LBH Makassar, Azis Dumpa, mengatakan gelar perkara khusus bisa dilakukan seusai dengan Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2019 Tentang Penyidikan Tindak Pidana. Dalam peraturan tersebut pada pasal 33 tentang gelar perkara khusus bisa dilakukan asal memenuhi beberapa syarat. 
 
Azis menjelaskan, pertama adalah adanya permintaan dari orang yang berkonflik agar kasusnya dibuka kembali. Kemudian, menindaklanjuti perkara yang telah menjadi perhatian publik. Sehingga, menurutnya dua point tersebut sudah terpenuhi saat ini. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sekarang kami telah minta untuk dibuka kembali, waktu Juli 2020 lalu dan sekarang ini menjadi perhatian masyarakat makanya gelar perkara itu harus dibuka," katanya, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu, 13 Oktober 2021.
 
Baca: LBH Makassar Sebut Rumah Anak Korban Pemerkosaan di Lutim Kerap Didatangi Polisi
 
Ia menerangkan, gelar perkara khusus nantinya akan digelar oleh Mabes Polri. Yang penting dalam gelar perkara khusus ini adalah pihak kepolisian wajib menghadirkan atau mengundang fungsi pengawasan dan fungsi hukum Polri serta ahli.
 
Dalam gelar perkara khusus, nantinya barang bukti dan dokumen serta argumentasi terkait kasus akan dibuka. Yang paling penting dalam gelar perkara tersebut adalah proses atau prosedur dalam penanganan dalam mendapatkan bukti dan dokumen terkait kasus yang berperkara. 
 
"Kemudian peserta akan berpendapat memberikan masukan, memberikan koreksi termasuk jika dilihat ada kesalahan prosedur dalam proses penyelidikan," ujarnya. 
 
Dari hasil gelar perkara, katanya, menjadi ruang diskusi untuk memberikan masukan kepada pihak Mabes Polri tentang koreksi terhadap penyelidikan yang dilakukan dan juga rekomendasi penyelidikan apa yang akan dilakukan. 
 
"Kami menginginkan sebenarnya keterlibatan lembaga-lembaga yang konsen dengan isu perlindungan perempuan dan anak terlibat dalam gelar perkara tersebut," jelasnya. 
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif