Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming saat berkeliling di Kampung Batik Kauman pada peringatan Hari Batik Nasional di Solo, Sabtu (2/10/2021). ANTARA/Maulana Surya
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming saat berkeliling di Kampung Batik Kauman pada peringatan Hari Batik Nasional di Solo, Sabtu (2/10/2021). ANTARA/Maulana Surya

Wali Kota Solo Komitmen Benahi Kampung Batik

Nasional batik hari batik Gibran Rakabuming Raka
Antara • 02 Oktober 2021 15:46
Solo: Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka berkomitmen membenahi kampung batik di Kota Solo baik Kauman maupun Laweyan untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan.
 
Pada kunjungannya ke Kampung Batik Kauman dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional di Solo, Sabtu, 2 Oktober 2021, Gibran mengatakan salah satu yang akan dibenahi adalah akses jalan di dalam kampung tersebut.
 
"Tadi yang saya soroti infrastruktur, ada yang gronjal kayak off road, harus diperbaiki karena itu akses utama," ucap Gibran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan demikian, alat transportasi baik mobil, becak, bahkan pejalan kaki akan lebih nyaman ketika melewati jalan maupun gang-gang yang ada di kampung tersebut.
 
"Nanti kami usahakan, kalau tahun ini anggaran belum ada," ungkapnya.
 
Baca juga: Napiter Kasus Teroris Poso Ikras Setia pada NKRI
 
Selain itu, sebagai upaya untuk mendatangkan wisatawan yang lebih banyak adalah memanfaatkan sejumlah titik di Jalan Slamet Riyadi, Alun-Alun, dan Benteng Vastenburg sebagai lokasi parkir kendaraan pengunjung.
 
"Selanjutnya pengunjung diantar ke sini dengan menggunakan becak atau shuttle bus yakni mobil listrik yang sudah kami siapkan. Kalau kampung ini kan konsepnya harus jalan-jalan, apalagi di kampung ini kan ada batik, ada kuliner juga," katanya.
 
Pada kesempatan yang sama, Ketua Paguyuban Kampung Wisata Batik Kauman Gunawan Setiawan mengapresiasi kepedulian Pemerintah Kota Surakarta terhadap kampung wisata tersebut.
 
"Dengan program pak wali di acara batik ini, tadi kami juga banyak ngobrol, kami optimistis Solo akan segera bangkit," ungkap dia.
 
Mengenai dampak pandemi terhadap tingkat kunjungan di Kampung Batik Kauman, diakuinya, cukup terasa terhadap penurunan penjualan termasuk juga tingkat kunjungan.
 
"Sekarang yang datang lebih banyak selfie (foto-foto) saja. Hanya sedikit yang transaksi, paling nilainya sekitar Rp500.000-1.000.000," ujar Gunawan.
 
Oleh karena itu, dikatakannya, pelaku usaha batik di Kampung Batik Kauman yang saat ini tersisa lebih banyak memanfaatkan pemasaran secara digital.
 
"Para remaja di Kauman sangat membantu, kami memanfaatkan e-commerce," jelasnya.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif