Jakarta: Seorang teknisi perawatan lift tewas usai mengalami kecelakaan kerja di Gedung Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang. Korban tewas karena terjepit lift saat hendak menyelamatkan beberapa orang yang terjebak di lift.
Korban tewas setelah menderita luka parah di bagian kepala dan dada. Korban tersebut bernama Andrianus Ariwibowo tewas saat dalam perjalanan untuk mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Telogorejo Semarang.
Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny Lumbantoruan mengatakan, dalam penyelidikan sementara, petugas menemukan dugaan unsur kelalaian.
Pasalnya, dalam masa perawatan, seharusnya lift tidak dapat digunakan. Namun, dalam temuannya, lift yang masih dalam perbaikan itu justru digunakan orang selain teknisi yang kemudian menjadi penyebab utama kematian korban.
Dari keterangan saksi, posisi tubuh korban diduga terjepit saat berusaha keluar dari sangkar lift. Selanjutnya, polisi akan meminta keterangan para saksi yang lain, termasuk para pekerja yang sedang melakukan perawatan itu.
Donny juga mengatakan, pihaknya akan memeriksa apakah perawatan yang dilakukan sudah sesuai dengan SOP atau belum.
"Masih didalami apa yang sedang dilakukan korban pada saat kejadian termasuk memeriksa apakah perawatan yang dilakukan itu sudah sesuai dengan SOP atau belum," ujar AKBP Donny Lumbantoruan mengutip dari Antara, Selasa, 9 Mei 2023.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
Jakarta: Seorang teknisi perawatan lift
tewas usai mengalami
kecelakaan kerja di Gedung Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kota
Semarang. Korban tewas karena terjepit lift saat hendak menyelamatkan beberapa orang yang terjebak di lift.
Korban tewas setelah menderita luka parah di bagian kepala dan dada. Korban tersebut bernama Andrianus Ariwibowo tewas saat dalam perjalanan untuk mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Telogorejo Semarang.
Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny Lumbantoruan mengatakan, dalam penyelidikan sementara, petugas menemukan dugaan unsur kelalaian.
Pasalnya, dalam masa perawatan, seharusnya lift tidak dapat digunakan. Namun, dalam temuannya, lift yang masih dalam perbaikan itu justru digunakan orang selain teknisi yang kemudian menjadi penyebab utama kematian korban.
Dari keterangan saksi, posisi tubuh korban diduga terjepit saat berusaha keluar dari sangkar lift. Selanjutnya, polisi akan meminta keterangan para saksi yang lain, termasuk para pekerja yang sedang melakukan perawatan itu.
Donny juga mengatakan, pihaknya akan memeriksa apakah perawatan yang dilakukan sudah sesuai dengan SOP atau belum.
"Masih didalami apa yang sedang dilakukan korban pada saat kejadian termasuk memeriksa apakah perawatan yang dilakukan itu sudah sesuai dengan SOP atau belum," ujar AKBP Donny Lumbantoruan mengutip dari Antara, Selasa, 9 Mei 2023.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SUR)