medcom.id, Parepare: Usia bukanlah penghalang untuk meresmikan hubungan cinta ke jenjang pernikahan. Hal tersebut terbukti dengan keputusan pasangan lanjut usia di Parepare untuk mengesahkan hubungan mereka ke dalam sebuah pernikahan.
Meski berlangsung sederhana, pesta pernikahan kakek dan nenek penghuni panti jompo di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, diwarnai keceriaan dan rasa haru. Perasaan bahagia dirasakan para tamu dan penghuni Panti Jompo Mappakasunggu, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Minggu (16/4/2014).
Sang kakek bernama Saini Dengka, 85, dan Zubaidah, 75, dinikahkan di depan penghulu dan disaksikan penghuni panti serta warga sekitar panti jompo. Saking terharunya, Zaini Dangke tidak kuasa menahan linangan air mata bahagia sesaat setelah pengucapan ijab kabul.
Usai proses ijab kabul, pasangan pengantin usia senja itu diarak menuju ke gedung resepsi dalam panti. Namun, karena tidak kuat lagi berjalan, pengantin perempuan terpaksa digendong pengurus panti. Zaini dengka mengatakan dirinya sangat senang dan bersyukur mendapat fasilitas pernikahan oleh pihak panti.
Adapun Rusli, Pelaksana Tugas Kepala Panti Jompo Mappakasunggu, Kota Parepare, mengatakan kedua kakek nenek ini merupakan penghuni panti. Semula, pihak panti berencana menikahkan dua pasang penghuni panti. Namun karena belum ada persetujuan dari pihak keluarga, pasangan yang satunya belum dapat menikah.
medcom.id, Parepare: Usia bukanlah penghalang untuk meresmikan hubungan cinta ke jenjang pernikahan. Hal tersebut terbukti dengan keputusan pasangan lanjut usia di Parepare untuk mengesahkan hubungan mereka ke dalam sebuah pernikahan.
Meski berlangsung sederhana, pesta pernikahan kakek dan nenek penghuni panti jompo di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, diwarnai keceriaan dan rasa haru. Perasaan bahagia dirasakan para tamu dan penghuni Panti Jompo Mappakasunggu, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Minggu (16/4/2014).
Sang kakek bernama Saini Dengka, 85, dan Zubaidah, 75, dinikahkan di depan penghulu dan disaksikan penghuni panti serta warga sekitar panti jompo. Saking terharunya, Zaini Dangke tidak kuasa menahan linangan air mata bahagia sesaat setelah pengucapan ijab kabul.
Usai proses ijab kabul, pasangan pengantin usia senja itu diarak menuju ke gedung resepsi dalam panti. Namun, karena tidak kuat lagi berjalan, pengantin perempuan terpaksa digendong pengurus panti. Zaini dengka mengatakan dirinya sangat senang dan bersyukur mendapat fasilitas pernikahan oleh pihak panti.
Adapun Rusli, Pelaksana Tugas Kepala Panti Jompo Mappakasunggu, Kota Parepare, mengatakan kedua kakek nenek ini merupakan penghuni panti. Semula, pihak panti berencana menikahkan dua pasang penghuni panti. Namun karena belum ada persetujuan dari pihak keluarga, pasangan yang satunya belum dapat menikah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)