Warga membawa air bersih menggunakan jeriken dan ember di Desa Jatisari, Arjasa, Situbondo, Jawa Timur, Selasa, 31 Agustus 2021. ANTARA FOTO/Seno
Warga membawa air bersih menggunakan jeriken dan ember di Desa Jatisari, Arjasa, Situbondo, Jawa Timur, Selasa, 31 Agustus 2021. ANTARA FOTO/Seno

BPBD Gunungkidul Usulkan Tanggap Darurat Kekeringan

Nasional kemarau cuaca ekstrem kemarau dan kekeringan Krisis Air Bersih perubahan musim dan covid-19
Ahmad Mustaqim • 26 Oktober 2021 16:54
Gunungkidul: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan tengah mengajukan status tanggap darurat. Hal ini menyusul habisnya anggaran untuk pengiriman bantuan air bersih buat warga terdampak kekeringan.
 
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan anggaran untuk mengirimkan bantuan air bersih sebesar Rp700 juta sudah habis pada Selasa, 19 Oktober 2021. Total anggaran itu telah digunakan untuk mendistribusikan 2.200 tangki air bersih ke masyarakat.
 
"Harapannya, saat status sudah tanggap darurat kami bisa mengakses (anggaran) BTT (belanja tidak tetap) sehingga ada tambahan dana untuk sebulan ke depan," kata Edy saat dihubungi, Selasa, 26 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Warga Tangerang Diimbau Waspada Fenomena La Nina
 
Dia mengungkapkan surat usulan peningkatan status siaga darurat menjadi tanggap darurat itu telah diserahkan ke Bupati Gunungkidul pekan lalu. Pihaknya masih menunggu keputusan bupati atas usulannya.
 
"Berhubung dana (anggaran bantuan air bersih) sudah habis, maka kegiatan dropping ikut dihentikan," jelasnya.
 
Ia menyebut sebanyak 13 kecamatan dari total 18 kecamatan di Gunungkidul masih terdampak kekeringan musim kemarau. Bantuan air bersih masih sangat dibutuhkan karena belum kunjung adanya indikasi memasuki musim penghujan.
 
Edy menyatakan upaya memberikan bantuan air bersih biasanya dilakukan dengan banyak pihak, termasuk pihak ketiga. Selain itu masyarakat biasanya membeli air dari pihak swasta.
 
"Tahun ini ada bantuan 113 tangki dari pihak ketiga. Ada juga kecamatan atau desa yang bisa memenuhi kebutuhan air warganya," ujarnya.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif