Viral video burung pipit di Bali jatuh berhamburan di tanah. Facebook/DenpasarNow
Viral video burung pipit di Bali jatuh berhamburan di tanah. Facebook/DenpasarNow

Viral Video Burung-Burung Pipit Berjatuhan di Bali

Nasional media sosial facebook
Cindy • 10 September 2021 13:42
Bali: Viral video ribuan burung pipit dalam keadaan basah berjatuhan di tanah. Peristiwa tersebut terjadi di kuburan Banjar Sema, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali. 
 
Video itu direkam oleh Kadek Sutika sekitar pukul 08.00 Wita, Kamis, 9 September 2021. Dia kemudian langsung menggungahnya ke media sosial Facebook. Video tersebut viral dan dibagikan ulang Facebook Denpasar Now. 
 
"Ribuan burung pipit jatuh dan berserakan di tanah," tulis akun Denpasar Now dikutip dari Facebook, Jumat, 10 September 2021. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Video tersebut memperlihatkan kondisi burung pipit berwarna hitam dalam jumlah yang banyak. Semuanya berserakan di sekitar pepohonan besar. 
 
Ada beberapa burung yang masih melompat-lompat, ada juga yang mengeluarkan suara. Namun, sebagian sudah tak bernyawa. 
 
"Jatuhnya ribuan burung tersebut diduga dikarenakan hujan dan angin yang terjadi di wilayah tersebut, yang membuat sayap mereka basah," tulis Denpasar Now. 
 
Sejumlah warganet turut memberikan komentar atas kejadian tersebut. Ada yang menilai hujan deras tidak akan membuat burung pipit terjatuh dan mati.
 
"Menurut saya kalau karena hujan deras sepertinya tidak berdampak seperti ini, karena iklim tropis di negara kita sering terjadi hujan. Burung pun sudah terbiasa dengan hujan, mereka punya insting untuk berteduh di pepohonan," tulis Dhaniek Soeroto. 
 
"Kasian, dengan kejadian ini mestinya pihak terkait melakukan suatu penelitian tentang sebab musababnya ribuan burung yang mati ini. Bertahun-tahun hujan di Bali bahkan di dunia sepertinya baru kali ini ada kejadian seperti ini," tulis Ngurah Surya Anjaya. 
 
"Kalau burung itu mati karena hujan angin, jatuhny pasti berjauhan. Kalau burung mati sedang hinggap di pohon kayu rasanya tidak mungkin karena pohon kayu adalah rumah daripada burung. Kejadian ini perlu diketahui oleh pemerintah terkait supaya diketahui apa penyebabnya," tulis Seri Serida. 
 
"Burung adalah penjaga antara surga dan bumi, menurut beberapa kitab suci. Bisa merupakan suatu pertanda buruk, ikan sudah, burung sudah, semoga tidak terjadi apa-apa," tulis Adi Saputra. 
 
(MBM)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif