Ilustrasi/Medcom.id.
Ilustrasi/Medcom.id.

Kader Muda Tolak Buwas Masuk Bursa Ketua Umum PPP

Nasional ppp
Al Abrar • 18 Juli 2019 22:24
Jakarta: Kader muda Partai Persatuan Pembangunan menolak Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso alias Buwas masuk dalam bursa calon Ketua Umum PPP. Rencananya PPP akan menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) IV pada 19-20 Juli mendatang di Serang, Banten.
 
“Kami tidak setuju Buwas jadi calon Ketua Umum PPP. Enggak rasional,” kata Kader Pemuda Kabah, Usni Hasanudin, Kamis, 18 Juli 2019.
 
Menurut Usni, Buwas secara aturan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PPP tidak memenuhi syarat untuk menjadi calon ketua umum. Sebab, calon ketua umum itu diatur AD/ART minimal menjadi pengurus satu periode sebelumnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Darimana rasionalnya Buwas dicalonkan jadi Ketua Umum PPP? Secara aturan AD/ART tidak dapat, kemudian dari basis juga tidak dapat,” ujar Usni.
 
Ia menjelaskan sosok yang ideal menjadi calon Ketua Umum PPP haruslah dari dalam. Jika tidak, maka kemungkinan akan terjadi gesekan di internal. Selain itu, percuma juga selama ini teriak PPP sebagai partai kader tapi tidak punya kepercayaan mendorong kadernya sendiri memimpin partai.
 
“Kalau dari luar atau eksternal partai, ini kan lucu. Untuk apa selama ini berteriak bahwa PPP adalah partai kader, tetapi tidak memiliki kepercayaan diri mendorong kader sendiri,” jelas dia.
 
Usni menegaskan PPP memiliki basis sosiologis yang jelas, sehingga sangat tidak mungkin mengambil dari luar untuk calon ketua umum. Apalagi, internal PPP juga tidak kekurangan kader.
 
Sebab, Usni khawatir apabila sosok dari luar yang dijadikan ketua umum maka partai ini akan musnah. Karena, sekarang saja sudah hampir bubar partai yang dipimpin oleh Suharso Monoarfa. Padahal, masih banyak kader partai yang mumpuni.
 
“Masih banyak yang mumpuni seperti Zainut Tauhid yang kini sebagai Waketum MUI, Ahmad Muqowam yang duduk sebagai Anggota DPD RI, Ahmad Farial serta banyak lagi yang lain. Tapi kenapa harus mengambil dari luar?” katanya.
 
Ia menyarankan kepada seluruh pengurus PPP agar Muktamar sebagai momentum untuk ajang persatuan, sehingga tidak ada perpecahan lagi atau dualisme di tubuh PPP. Maka, calon ketua umum juga harus diperhatikan untuk mencapai tujuan persatuan tersebut demi kejayaan kembali partai.
 
“Muktamar kali ini harus dijadikan momentum persatuan. Terima atau tidak, PPP itu masih terbelah. Satukan dulu buat Muktamar rekonsiliasi. Kalau kita masih berpikir sah tidak sah, makan sampai kapan pun sulit PPP akan besar,” ujarnya.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif