Sekretaris Daerah Pemkot Pasuruan Bahrul Ulum. (Foto: Medcom.id/Syaikhul Hadi)
Sekretaris Daerah Pemkot Pasuruan Bahrul Ulum. (Foto: Medcom.id/Syaikhul Hadi)

Pemkot Pasuruan Bantah Lalai Mengawasi Sekolah

Nasional sekolah ambruk
Syaikhul Hadi • 07 November 2019 11:23
Pasuruan: Pemerintah Kota Pasuruan tak terima dituding tak becus membawahi Dinas Pendidikan pascainsiden ambruknya atap kelas SDN 1 Gentong, Pasuruan.
 
Sekretaris Daerah Pemkot Pasuruan Bahrul Ulum mengatakan tugas mengawal pendidikan tak cuma jadi beban pemkot atau dinas pendidikan. Semua pihak harus proaktif membantu.
 
"Sebenarnya tidak begitu. Karena harus sama-sama proaktif," ujar Bahrul, Kamis, 7 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menjelaskan pihaknya hanya berwenang mengakomodasi permintaan renovasi atau rehabilitasi yang diajukan pihak sekolah. Sedangkan sekolah berkewajiban penuh melapork ke dinas terkait jika menemui kejanggalan dalam konstruksi bangunan.
 
"(SDN 1 Gentong) tidak mengusulkan perbaikan. Padahal, selama ini ketika ada usulan seperti itu (rehabilitasi), pemda juga tidak pernah tidak mengakomodasi," jelasnya.
 
Bahrul enggan berkomentar banyak terkait ambruknya atap kelas di SDN 1 Gentong. Ia tak ingin menuduh siapa pun.
 
"Bukan kapasitas kami, kita serahkan kepada pihak kepolisian untuk penyidikannya," katanya.
 
Terpenting, kata dia, pihaknya mengutamakan keselamatan korban. Pemkot Pasuruan juga mengakomodasi pengobatan medis dan psikis.
 
Empat ruang kelas di SDN Gentong Jalan KH Sepuh Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Pasuruan, Jawa Timur tiba-tiba ambruk pada Selasa, 5 November 2019, sekitar pukul 08.30 WIB . Runtuhnya material atap bangunan kelas menimpa puluhan siswa yang tengah belajar. Dua dari 16 korban dinyatakan meninggal dunia.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif