Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Jalan Ahmad Yani (Cicadas), Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis, 15 Agustus 2019. Medcom.id/ Roni Kurniawan.
Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Jalan Ahmad Yani (Cicadas), Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis, 15 Agustus 2019. Medcom.id/ Roni Kurniawan.

Pemkot Bandung Legalkan PKL Berjualan di Trotoar

Nasional penertiban pkl
Roni Kurniawan • 15 Agustus 2019 15:19
Bandung: Pemerintah Kota Bandung mulai menata Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Jalan Ahmad Yani (Cicadas). Padahal para PKL berjumlah 602 lapak tersebut menggelar lapak di trotoar kawasan Cicadas.
 
Para PKL Cicadas telah mendirikan lapak sejak puluhan tahun lalu di trotoar tersebut. Beberapa kali Pemkot Bandung berupaya untuk merelokasi para PKL, namun tak kunjung terealisasi.
 
"Hari ini kita memulai penataan kawasan PKL Cicadas ini, jadi ada 602 pedagang di kawasan ini dari sejak Jalan Cikutra sampai Ahmad Yani, kita bagi menjadi lima ruas," kata Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bandung Yana Mulyana di Cicadas, Kamis, 15 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yana menuturkan penataan tersebut ditargerkan bisa rampung hingga September 2019. Bahkan para PKL membongkar lapak sendiri karena terdapat tenda-tenda yang menutupi trotoar di sepanjang kawasan Cicadas.
 
"Ini memang pelaksanannya bertahap karena kita ingin pedagang memang membongkar sendiri lapak lapaknya. Kami dari Pemerintah Kota Bandung memfasilitasi, membersihkan areanya kemudian tendanya nanti disiapkan, diberikan," jelas Yana.
 
Pemkot Bandung menggandeng pihak ketiga untuk melakukan penataan PKL Cicadas. Pasalnya dalam anggaran belanja tahun 2019 ini, Pemkot Bandung tak memiliki anggaran untuk penataan para PKL.
 
"Jadi kami Pemkot hanya memfasilitasi, jadi ini semua biayanya, produksinya semua oleh Telkomsel. Jadi pedagang hanya menerima manfaat dan menjaga barang ini," ungkap Yana.
 
Sementara berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 11 Tahun 2005 tentang pelaksaan Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan (K3), trotoar menjadi salah satu titik yang masuk perda tersebut.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif