Anggota Komisi VI DPR Iskandar D Syaichu (Foto:Dok.DPR)
Anggota Komisi VI DPR Iskandar D Syaichu (Foto:Dok.DPR)

Komisi VI Minta Kendala Pembangunan Tol Pekanbaru-Dumai Diselesaikan

Nasional berita dpr
Anggi Tondi Martaon • 11 Juli 2019 15:03
Jakarta: Komisi VI DPR menggelar kunjungan kerja ke Pekanbaru, Riau. Salah satu agenda yang dilakukan yaitu meninjau pembangunan tol Pekanbaru-Dumai.
 
Dalam pertemuan yang dilakukan, Anggota Komisi VI DPR Iskandar D Syaichu mengimbau berbagai permasalahan pembangunan agar segera diselesaikan. Salah satunya, kendala sumber pendanaan pembangunan.
 
Dia meminta pemerintah untuk segera mencairkan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk pembangunan tol Pekanbaru-Dumai. Menurutnya, alokasi PMN yang diberikan tahun 2018 - 2019 belum cair.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka berharap betul PMN ini bisa cepat cair untuk lebih mengamankan operasional dari jalan tol ini,” kata Iskandar, dikutip Dpr.go.id, Kamis, 11 Juli 2091.
 
Politikus PPP itu itu mengungkapkan, selama ini pembangunan dilakukan mengandalkan utang. PT. Hutama Karya selaku penanggung jawab mengandalkan pendanaan dari pinjaman Bank Mega sebesar Rp 6,5 trilliun.
 
Dia pun menyayangkan kondisi tersebut. Iskandar menyebutkan, seharusnya bank-bank BUMN memiliki andil memberikan bantuan kredit untuk jalan tol lintas Sumatera, khususnya jalan Tol Pekanbaru-Dumai.
 
“Bank swasta bisa andil memberikan pinjaman. Kenapa bank- bank Pemerintah tidak turut andil dalam pengerjaan pembangunan tol ini,” ungkap dia.
 
Selain masalah pembiayaan, pembangunan tol Pekanbaru-Dumai juga terkendala jalur pipa gas milik PT. Cevron yang belum dipindahkan. Proses pemindahan masih dalam proses pembicaraan antara SKK Migas dan PT Cevron.
 
“Kami berharap ada solusi terbaik untuk proses pembangunan jalan Tol Pekanbaru-Dumai,” ujar dia.
 
Seperti diketahui, pemerintah tengah fokus mengembanhkan jalur tol trans Sumatera, salah satunya tol Pekanbaru - Dumai. Keberadaan tol tersebut diyakini dapat memperpendek waktu tempuh Pekanbaru-Dumai dari 12 jam menjadi 6 jam.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif