Miseria Ningsih, tenaga pendamping desa di kecamatan Merigi, Kabupaten Kepahyang, Provinsi Bengkulu (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)
Miseria Ningsih, tenaga pendamping desa di kecamatan Merigi, Kabupaten Kepahyang, Provinsi Bengkulu (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)

Tengah Hamil Tua, Miseria Tetap Total Jalani Tugas Pendamping Desa

Nasional Berita Kemendes PDTT
Anggi Tondi Martaon • 17 Agustus 2018 17:02
Kota Bengkulu: Jika sudah komitmen menjalani profesi, dalam kondisi apa pun tetap ikhlas dan berusaha melakukan yang terbaik. Itulah yang terjadi pada Miseria Ningsih. Tenaga Pendamping Desa Pemberdayaan yang bertugas di kecamatan Merigi, Kabupaten Kepahyang, Provinsi Bengkulu, itu tetap total menjalani profesi, meski tengah hamil delapan bulan.
 
Untuk Anda yang belum tahu, pendamping desa adalah jabatan di bawah Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) yang pembentukannya berdasarkan Undang-Undang Desa. Mereka bertugas meningkatkan keberdayaan masyarakat di sebuah desa. Termasuk mendampingi dan memantau pengelolaan Dana Desa.
 
Miseria menyebutkan, kondisi fisik yang tengah hamil tua tak menjadi penghambat. Justru, dia tetap semangat memberikan pendampingan kepada aparatur dan masyarakat dalam menggunakan Dana Desa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Usia kandungan sudah mau masuk sembilan bulan, masih saya usahakan tetap mendampingi dana desa karena sekarang lagi gencar-gencarnya pencairan tahap kedua," katanya, ditemui Medcom.id, di sela acara Dialog dengan Pendamping Desa bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo, di Hotel Nala Sea Side, Kota Bengkulu, Kamis, 16 Agustus 2018 malam.
 
Sambil sesekali mengelus perut, perempuan berusia 31 tahun yang akrab disapa Mis itu menceritakan bahwa kondisi ini bukan yang pertama kali dialaminya. Rupanya, kehamilan ini merupakan yang kedua kali selama dirinya menekuni profesi sebagai pendamping desa.
 
"Ini sudah kehamilan yang kedua. Jadi enggak ada masalah, enggak menghambat. Mungkin nanti saja cutinya pas melahirkan," ujar Mis, sambil tertawa.
 
Saat ditanya, apa yang dikejar oleh Mis tetap komitmen menjalani profesi sebagai pendamping desa meski tengah mengandung, dia menjawab, "Sudah merupakan passion." Dia bahagia bisa mendampingi dan membuat aparatur dan masyarakat mandiri dalam mengelola potensi daerah melalui Dana Desa.
 
"Semenjak kami mendampingi, ada perubahan. Terutama desa yang semula sangat bergantung kepada kami, sekarang tidak lagi. Sekarang koordinasi tetap, tapi tidak seintensif dulu," ujarnya.
 
Tengah Hamil Tua, Miseria Tetap Total Jalani Tugas Pendamping Desa
Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo meresmikan Gedung Perpustakaan Lestari di Desa Bukit Peninjauan II, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Bengkulu, Jumat, 17 Agustus 2018. Perpustakaan tersebut dibangun menggunakan Dana Desa tahun 2017-2018 (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)
 

Dia pun tak khawatir jika nanti masyarakat tak lagi membutuhkan tenaga pendamping desa. Menurutnya, hal itu sebagai bukti bahwa program Dana Desa dan fungsi pendamping berhasil dalam mengembangkan potensi desa di Indonesia.
 
"Kalau rezeki sudah ada yang mengatur. Tapi kalau desa sudah mandiri, berarti kinerja kami kredibel," kata dia.
 
Meski sudah berhasil membimbing aparatur dan masyarakat desa, Mis mengaku masih memiliki hasrat terpendam yang belum terwujud, yaitu mengembangkan produk jagung marning melalui BUMDes dan Prukades. Dia meyakini, produk tersebut dapat mengangkat perekonomian Bengkulu.
 
"Semoga, Bengkulu bisa menjadi penghasil penganan jagung terbesar nasional dan mengangkat nama Bengkulu di tingkat nasional dan Internasional," ujar Mis.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif