Makassar: Penyebaran virus korana berdampak terhadap industri hotel di Makassar, Sulawesi Selatan. Tercatat tingkat hunian hotel berdasar data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan hingga Maret turun hingga 20 persen.
PHRI Sulsel mencatat data terakhir ada 355 hotel yang ada di wilayah Sulawesi Selatan mulai dari hotel bintang hingga non bintang.
"Saat ini efek (virus korona) menurunkan hunian hingga 20 persen. Hal itu terbukti dengan hunian rata-rata di Makassar hanya 40-43 persen," kata Ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga, saat dikonfirmasi, Jumat, 13 Maret 2020.
Anggiat menjelaskan virus korona yang saat ini menyebar luas mengakibatkan bisnis atau industri perhotelan di Makassar semakin lesu. Beberapa reservasi yang rencananya bakal dilakukan, dibatalkan dengan alasan tidak jadi menggelar kegiatan.
Apalagi Sulsel tidak menjadi salah satu daerah prioritas pemerintah karena saat ini kementerian bakal banyak diarahkan ke beberapa daerah seperti Bali, Manado, Labuan Bajo, dan Danau Toba.
"Sehingga membuat kondisi ke depan akan makin susah," jelas Anggiat.
Padahal kata Anggiat okupansi perhotelan juga dipengaruhi dari kegiatan. Bahkan disebutkan sekitar 40-45 persen okupansi perhotelan dari kegiatan pemerintahan atau kementrian.
"Lebih parah keadaannya karena banyak kementerian seperti, kemenkeu, kemendikbud, dan Pertamina telah mengeluarkan surat edaran bahwa semua kegiatan yang bersifat mengundang orang banyak di tunda," ungkap Anggiat.
Menurut Anggiat untuk menambah pendapatan, manajemen hotel harus bisa melakukan penetrasi dengan memperbanyak kegiatan-kegiatan lokal atau sosial seperti menyediakan paket ulang tahun, dan paket arisan. Meski pun pasar ini tidak memberikan dampak yang begitu besar bagi pendapatan okupansi.
"Manajemen hotel memang diminta untuk lebih kreatif," pungkas Anggiat.
Sementara sebagai langkah antisipatif penyebaran virus korona, manajemen hotel diminta lebih meningkatkan kebersihan di lingkungan hotel. Misalnya menyediakan hand sanitizer di resepsionis, lift dan fasilitas umum lainnya agar tamu bisa menjaga kebersihan dan kesehatannya serta menyiapkan alat pengecekan suhu badan semua tamu yang akan masuk di hotel.
Makassar: Penyebaran virus korana berdampak terhadap industri hotel di Makassar, Sulawesi Selatan. Tercatat tingkat hunian hotel berdasar data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan hingga Maret turun hingga 20 persen.
PHRI Sulsel mencatat data terakhir ada 355 hotel yang ada di wilayah Sulawesi Selatan mulai dari hotel bintang hingga non bintang.
"Saat ini efek (virus korona) menurunkan hunian hingga 20 persen. Hal itu terbukti dengan hunian rata-rata di Makassar hanya 40-43 persen," kata Ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga, saat dikonfirmasi, Jumat, 13 Maret 2020.
Anggiat menjelaskan virus korona yang saat ini menyebar luas mengakibatkan bisnis atau industri perhotelan di Makassar semakin lesu. Beberapa reservasi yang rencananya bakal dilakukan, dibatalkan dengan alasan tidak jadi menggelar kegiatan.
Apalagi Sulsel tidak menjadi salah satu daerah prioritas pemerintah karena saat ini kementerian bakal banyak diarahkan ke beberapa daerah seperti Bali, Manado, Labuan Bajo, dan Danau Toba.
"Sehingga membuat kondisi ke depan akan makin susah," jelas Anggiat.
Padahal kata Anggiat okupansi perhotelan juga dipengaruhi dari kegiatan. Bahkan disebutkan sekitar 40-45 persen okupansi perhotelan dari kegiatan pemerintahan atau kementrian.
"Lebih parah keadaannya karena banyak kementerian seperti, kemenkeu, kemendikbud, dan Pertamina telah mengeluarkan surat edaran bahwa semua kegiatan yang bersifat mengundang orang banyak di tunda," ungkap Anggiat.
Menurut Anggiat untuk menambah pendapatan, manajemen hotel harus bisa melakukan penetrasi dengan memperbanyak kegiatan-kegiatan lokal atau sosial seperti menyediakan paket ulang tahun, dan paket arisan. Meski pun pasar ini tidak memberikan dampak yang begitu besar bagi pendapatan okupansi.
"Manajemen hotel memang diminta untuk lebih kreatif," pungkas Anggiat.
Sementara sebagai langkah antisipatif penyebaran virus korona, manajemen hotel diminta lebih meningkatkan kebersihan di lingkungan hotel. Misalnya menyediakan hand sanitizer di resepsionis, lift dan fasilitas umum lainnya agar tamu bisa menjaga kebersihan dan kesehatannya serta menyiapkan alat pengecekan suhu badan semua tamu yang akan masuk di hotel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)