Petugas Satpol PP memasang papan pengumuman penutupan sementara Lokalisasi Wanita Harapan (Gude), Desa Teguhan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Kamis (20/8/2009). MI/Agustanto
Petugas Satpol PP memasang papan pengumuman penutupan sementara Lokalisasi Wanita Harapan (Gude), Desa Teguhan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Kamis (20/8/2009). MI/Agustanto

Warga: Penutupan Lokalisasi Gude hanya Pencitraan

Sunarwoto • 06 November 2014 18:15
medcom.id, Madiun: Penghuni Wisma Wanita Harapan atau yang lebih dikenal Lokalisasi Gude, Madiun, Jawa Timur, tengah dilanda harap-harap cemas. Pasalnya, tempat yang selama ini menjadi ladang mencari uang itu bakal ditutup Pemerintah Kabupaten Madiun. Jika aral tak melintang, Gude ditutup 10 November 2014.
 
Para penghuni Gude menilai rencana penutupan lokalisasi itu tidak matang. Terlebih, hingga kini mereka belum mendapat kepastian apa-apa dari Pemkab.
 
Ketua RT Gude, Suprapto, meminta Pemkab Madiun berdialog dengan para penghuni agar dampak penutupan bisa ditanggulangi. "Uang pesangon tak jelas serta terkesan hanya demi pencitraan," kata Suprapto saat memimpin warganya berdemo di Gedung DPRD Kabupaten Madiun, Kamis (6/11/2014).

Sumini dan Fransiska menyebut bukti ketidakmatangan rencana penutupan adalah penutupan pelatihan kemampuan dan kreativitas bidang lain bagi PSK. Seharusnya, kata Sumini, pelatihan digelar sampai PSK mahir, bukannya ditutup setelah 10 hari pelatihan.
 
"Apa pun alasannya kami tetap tak mau ditutup. Dipaksa tutup, para PSK tak akan pulang, wong uange ditunggu untuk biaya anak sekolah. Mau jadi pembantu hanya gaji Rp500 ribu sampai Rp600 ribu sebulan. Enggak cukup untuk makan dan biaya sekolah yang makin mahal," kata Fransiska.
 
Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Djoko Setijono, yang menemui perwakilan para PSK, menegaskan jika Bupati Madiun hanya melaksanakan instruksi Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Gubernur minta Jatim bebas dari lokalisasi. Selain Gude, penutupan lokalisasi dilakukan di seluruh Jawa Timur.
 
"Keluhan akan kami tampung. Nanti komisi D DPRD Kabupaten Madiun dan pejabat dari sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab Madiun yang akan merumuskan pemulangannya. Termasuk pesongan dan pelaksanannya akan kami bicara semua. Yang jelas aspirasi penghuni Gude kami terima dan akan kami tindaklanjuti," kata Djoko.
 
Berdasarakan data Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Madiun, sebanyak 121 penghuni lokalisasi gude, Desa Teguhan, akan direlokasi. Jumlah itu terdiri dari 77 PSK, 24 mucikari, dan 20 warga yang bekerja sebagai tukang ojek, juru parkir, buruh cuci, pemijat, hingga penjual makanan dan minuman.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JCO)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>