Puncak Gunung Slamet di perbatasan Kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Pemalang, dilihat dari udara, Sabtu (13/9/2014) - ANT/Irwansyah Putra
Puncak Gunung Slamet di perbatasan Kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Pemalang, dilihat dari udara, Sabtu (13/9/2014) - ANT/Irwansyah Putra

PVMBG: Gunung Slamet Belum Aman

Liliek Dharmawan • 14 September 2014 16:55
medcom.id, Banyumas: Aktivitas Gunung Slamet menurun drastis hari ini. Dari Sabtu (13/9) hingga Ahad (14/9) pukul jam 12.00 WIB, dentuman, gemuruh, lotaran abu tebal, dan luapan lava pijar sudah tak ada.
 
Hanya terlihat asap putih tipis setinggi 50 meter. Meski demikian, status gunung setinggi 3.428 mdpl itu tetap Siaga atau level III.
 
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), M Hendrasto, belum mau menyimpulkan kalau Gunung Slamet aman. Sebab, ada potensi lain yakni bisa saja secara tiba-tiba terjadi peningkatan mendadak.

"Karena ada juga potensi peningkatan mendadak aktivitas Gunung Slamet. Kita tunggu saja. Saat ini Tim PVMBG bersama petugas Pos Pengamatan Gunung Slamet di Gambuhan, Pemalang terus melakukan pemantauan secara intensif," kata Hendrasto kepada Media Indonesia, hari ini.
 
Rekomendasi tidak adanya aktivitas pada radius empat kilometer dari puncak masih tetap berlaku. Warga dan pemerintah lima kabupaten yang dinaungi Slamet diimbau tetap waspada.
 
Sementara itu, Tim SAR Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, masih melihat adanya titik api putih yang berada di kawasan hutan wilayah Pemalang.
 
"Saat kabut bersih dari Gunung Slamet, terlihat masih adanya titik api di kawasan hutan Pemalang. Titik api tersebut merupakan dampak dari lontaran material pijar yang terjadi pada Kamis dan Jumat lalu," ujar oordinator Tim SAR Kutabawa Slamet Ardiansyah.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JCO)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>