Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menjajal pembuatan e-Paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Bekasi. (Foto: Istimewa)
Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menjajal pembuatan e-Paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Bekasi. (Foto: Istimewa)

Kantor Imigrasi Bekasi Luncurkan Layanan e-Paspor

Nasional paspor keimigrasian
Antonio • 18 November 2019 12:57
Bekasi: Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Bekasi, Jawa Barat, meluncurkan layanan paspor elektronik atau e-paspor. Hal itu dilakukan untuk mempermudah layanan keimigrasian bagi masyarakat.
 
Elektronik paspor merupakan paspor yang memiliki teknologi cip untuk menyimpan data biometrik penggunanya yaitu wajah dan sidik jari. E-Paspor juga memiliki data penerbit paspor sehingga mudah dilacak.
 
Selain itu, identifikasi keimigrasian pemilik paspor akan lebih cepat karena terintegrasi dengan auto gate di tempat pengecekan paspor seperti bandara, pelabuhan, dan lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Dengan e-paspor yang memiliki cip dan antena, pemegangnya bisa melewati pemeriksaan paspor melalui auto gate. Jadi, ini akan mengurangi antrean pengecekan paspor di bandara-bandara, pelabuhan atau tempat lainnya. Ini juga akan meminimalisasi paspor palsu,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kota Bekasi, Petrus Teguh, Senin, 18 November 2019.
 
Dia mengatakan, persyaratan pembuatan e-paspor sama dengan pembuatan paspor biasa. Namun harganya lebih mahal karena di dalam e-paspor terdapat teknologi canggih yang juga terintegrasi dengan seluruh auto gate.
 
“Tujuan utama e-paspor juga untuk memperluas tempat pembuatan paspor. Tidak ada persyaratan khusus untuk membuatnya, sama seperti paspor biasa, namun untuk harga berbeda, e-paspor pajak penerimaan negaranya Rp650.000," tegasnya.
 
Keuntungan pemilik e-paspor, imbuh dia, salah satunya bebas visa ke Jepang. Sementara, pemegang paspor biasa untuk menggantinya ke e-paspor harus memenuhi syarat paspor hilang, rusak, dan penuh.
 
“Pemegang paspor lama yang ingin menggantinya ke paspor baru itu dengan syarat paspor hilang, rusak atau sudah penuh, tidak bisa hanya karena gaya-gayaan sudah memiliki e-paspor,” katanya.
 
Menurutnya, keberadaan e-paspor bakal mempermudah kantor keimigrasian menjaga kedaulatan Republik Indonesia.
 
Peluncuran tersebut diresmikan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. Dia mengapresiasi upaya Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Bekasi meningkatkan kualitas dan pelayanannya kepada publik dengan meluncurkan e-paspor.
 
Menurutnya, hal ini perlu dicontoh instansi lain untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan juga wisatawan.
 
“Dengan e-paspor masyarakat Kota Bekasi akan lebih mudah ke luar negeri. Begitu juga dengan turis-turis yang masuk ke daerah kita, dengan teknologi e-paspor akan lebih cepat, mudah, dan lebih lancar. Mudah-mudahan ini bisa ditiru instansi lainnya demi peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” kata Rahmat.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif