Bangunan aula sekolah yang roboh di SMK Negeri I Miri, Sragen. Foto: ANT/MOHAMMAD AYUDHA
Bangunan aula sekolah yang roboh di SMK Negeri I Miri, Sragen. Foto: ANT/MOHAMMAD AYUDHA

Kepala Sekolah di Jateng Diminta Periksa Kondisi Bangunan

Nasional sekolah ambruk
Mustholih • 21 November 2019 21:07
Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meminta seluruh kepala sekolah di SMA dan SMK negeri segera memeriksa kondisi terkini bangunan sekolah. Perintah itu diberikan setelah insiden ambruknya bangunan aula SMK Negeri 1 Miri, Sragen, akibat diterjang hujan deras disertai angin kencang.
 
"Sore ini saya mendapat laporan Dinas Pendidikan sudah mengirimkan perintah itu. Saya minta dicek bangunan yang kira-kira berpotensi bahaya," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 21 November 2019.
 
Ganjar mengingatkan para kepala sekolah harus mengantisipasi agar insiden tidak terulang. Ganjar berujar gedung sekolah di Jateng harus mampu bertahan dari cuaca buruk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya tidak mau semua panik. Jangan-jangan memang ada beberapa kualitas bangunan sekolah kita kurang baik," jelas Ganjar.
 
Hujan deras disertai angin kencang sebelumnya telah merontokkan bangunan aula SMK Negeri 1 Miri, Sragen, pada pukul 15.56 WIB, Rabu, 20 November 2019. Puluhan murid mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.
 
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen mencatat 22 murid menjadi korban tertimpa reruntuhan. Sejumlah siswa dirujuk ke RSUD Sragen, RSUD Gemolong, Rumah Sakit Assalaam, RS Yaksi, dan RS Karima Utama.
 
Atas insiden ini,Ganjar mengaku Pemerintah Provinsi tengah menghadapi kendala pembangunan kembali aula SMK Negeri 1 Miri. Sebab, tanah SMK Negeri 1 Miri ternyata merupakan aset Desa.
 
"Ternyata itu asetnya Bondho Deso. Jadi kalau mau bangun tidak pas karena bukan milik kami. Kami minta aset itu dihibahkan ke kami untuk dibangun," terang Ganjar.
 
Apabila tanah sekolah tidak bisa dihibahkan, Ganjar mempertimbangkan membangun aula SMK Negeri 1 Miri itu dengan dana CSR. "Informasinya sudah ada salah satu BUMN yang mau bantu," jelas Ganjar.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif