Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Medcom.id/Roni K)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Medcom.id/Roni K)

Gabung DKI, Hak Otonomi Bekasi Bisa Dihapus

Nasional pemekaran daerah
Roni Kurniawan • 22 Agustus 2019 13:08
Bandung: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi untuk mengkaji kerugian jika bergabung dengan DKI Jakarta. Pasalnya, jika Kota Bekasi gabung DKI Jakarta, maka Bekasi akan kehilangan hak otomi.
 
Artinya, tidak ada pilkada maupun pileg Kota Bekasi. Wali kota akan ditunjuk langsung Gubernur DKIJakarta dan legislatif diwakili langsung oleh DPRD Provisi DKI Jakarta.
 
"Konsekuensi Bekasi kalau ke Jakarta, wali kotanya dipilih dirotasi mutasi oleh gubernur (DKI Jakarta)," ujar pria yang akran disapa Emil di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis, 22 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Emil mengatakan Jakarta merupakan Daerah Khusus Ibu Kota yang memiliki kewenangan untuk mengangkat dan memberhentikkan wali kota oleh gubernur. Hal itu berbanding terbalik dengan Kota Bekasi yang saat ini kepala daerah dipilih masyarakat.
 
"Apakah itu sudah dihitung? Tidak ada otonomi lagi kan. Kalau provinsinya non-DKI otonomi tingkat II masih ada, kalau gabung ke DKI otonominya hilang maka pemimpin kotanya tidak dipilih tapi ditunjuk (gubernur)," ungkap Emil.
 
Emil tetap menghormati usulan Wali Kota Bekasi untuk bergabung dengan DKI Jakarta. Hal itu, lanjut Emil, merupakan salah satu langkah politik yang kerap bergeser di setiap zaman kepemimpinan kepala daerah.
 
"Ini kewenangan pusat. Jadi kalau namanya aspirasi mah boleh, namanya politik tiap zaman bergeser-geser. Dulu Banten bergabung (Jawa Barat) sekarang berpisah, enggak masalah," pungkas Emil.
 
Baca:Bekasi Dinilai Lebih Baik Kembali ke Jakarta
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif