Ilustrasi/Medcom.id.
Ilustrasi/Medcom.id.

Kebiri Predator Anak di Mojokerto Tunggu Petunjuk Teknis Kejaksaan

Nasional perlindungan anak
MetroTV • 26 Agustus 2019 02:08
Jakarta: Terdakwa kasus pemerkosaan sembilan anak di Mojokerto, Jawa Timur Muh Aris bin Syukur alias MA, dijatuhi hukuman kebiri kimia oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Mojokerto. Kepala Kejari Mojokerto Rudi Hartono mengatakan, putusan tersebut sudah berkekuatan hukum tetap.
 
"Kita tingal menunggu kapan kita melakukan eksekusinya, saya minta eksekusi badannya dilakukan Senin besok," beber Rudi di acara Primetime News MetroTV,Sabtu, 24 Agustus 2019.
 
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan dokter dan rumah sakit yang siap membantu melaksankan hukuman kebiri kimia tersebut. Namun begitu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menolak bila dokter menjadi eksekutor hukuman kebiri tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketua Biro Hukum dan Pembelaan Anggota IDI, HN Nazar mengatakan, dokter tak bisa menjadi eksekutor hukuman kebiri tersebut karena akan menciderai nurani. IDI menyerahkan eksekusi ke pihak Kejaksaan. "Jadi bukan dokter," kata Nazar.
 
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jatim Richard Marpaung, seperti mengutip Antara, mengatakan, eksekusi hukuman kebiri ini juga masih perlu dikoordinasikan lebih lanjut. Pasalnya, hukuman ini baru pertama kali dilaksanakan di Indonesia.
 
"Hukuman kebiri kimia ini baru pertama kali di Indonesia dan belum ada petunjuk teknisnya, sehingga untuk mengeksekusinya kami perlu berkoordinasi lebih dulu dengan pimpinan di Kejaksaan Agung," kata Richard.
 
Aris sebelumnya divonis terbukti melanggar Pasal 76D juncto Pasal 81 ayat (2) Perppu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Mojokerto, Aris dijatuhi hukuman 12 tahun penjara dan hukuman kebiri.
 
Aris sempat mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Surabaya. Namun, Pengadilan Tinggi Surabaya justru menguatkan vonis di pengadilan tingkat pertama. (Nuansa Islami)
 

(DMR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif