Kudus: Ratusan orang menggelar aksi peduli penyakit stroke di Alun-alun Kudus, Jawa Tengah, Selasa, 29 Oktober 2019. Ratusan orang tersebut berdiri menghadap ke jalan dengan mengenakan kalung huruf hingga membentuk kalimat 'Bersama Lawan Stroke'. Mereka juga membawa spanduk berisi pesan waspada akan bahaya stroke.
Komunitas Peduli Stroke Mardi Rahayu itu bentuk untuk memperingati Hari Stroke Sedunia.
"Hari ini relawan maupun anggota komunitas peduli stroke membentuk rantai bersama. Tema yang kami usung kali ini, karena kami prihatin, setelah dibuka unit stroke di Rumah Sakit Mardi Rahayu jumlah pasien meningkat pesat," kata Direktur Rumah Sakit Mardi Rahayu, Pujianto di sekitar lokasi.
Pujianto menjelaskan jumlah pasien stroke di RS Mardi Rahayu terus meningkat. Sejak Juli 2019 ada 148 pasien, Agustus 2019 ada 167 pasien, kemudian September 2019 ada 214 pasien.
"Komunitas peduli stroke ini awalnya klub stroke yang anggotanya pasien stroke. Kini tidak hanya pasien, tapi juga keluarga pasien dan relawan peduli stroke turut ambil bagian dalam komunitas ini," jelas Pujianto.
Pujianto menjelaskan aksi kali ini bertujuan memberi pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya stroke. Dari rilis WHO yang dia kutip, satu dari empat orang akan mengalami stroke. Kemudian tiga dari empat penderita stroke akan mengalami stroke ulang.
"Jadi stroke ini pembunuh nomor satu di dunia dan di Indonesia. Sehingga untuk kita bersama-sama melawan stroke. Karena kalau pasien sudah terkena stroke, yang bisa membantu orang-orang di sekitarnya, bukan pasien strokenya," jelas Pujianto.
Pujianto menambahkan tujuan dibentuknya komunitas stroke ini untuk saling bertukar pengalaman dan pengetahuan antara penderita dan keluarganya. Serta meningkatkan pemahaman masyarakat tentang stroke dan penyuluhan tentang stroke.
Kudus: Ratusan orang menggelar aksi peduli penyakit stroke di Alun-alun Kudus, Jawa Tengah, Selasa, 29 Oktober 2019. Ratusan orang tersebut berdiri menghadap ke jalan dengan mengenakan kalung huruf hingga membentuk kalimat 'Bersama Lawan Stroke'. Mereka juga membawa spanduk berisi pesan waspada akan bahaya stroke.
Komunitas Peduli Stroke Mardi Rahayu itu bentuk untuk memperingati Hari Stroke Sedunia.
"Hari ini relawan maupun anggota komunitas peduli stroke membentuk rantai bersama. Tema yang kami usung kali ini, karena kami prihatin, setelah dibuka unit stroke di Rumah Sakit Mardi Rahayu jumlah pasien meningkat pesat," kata Direktur Rumah Sakit Mardi Rahayu, Pujianto di sekitar lokasi.
Pujianto menjelaskan jumlah pasien stroke di RS Mardi Rahayu terus meningkat. Sejak Juli 2019 ada 148 pasien, Agustus 2019 ada 167 pasien, kemudian September 2019 ada 214 pasien.
"Komunitas peduli stroke ini awalnya klub stroke yang anggotanya pasien stroke. Kini tidak hanya pasien, tapi juga keluarga pasien dan relawan peduli stroke turut ambil bagian dalam komunitas ini," jelas Pujianto.
Pujianto menjelaskan aksi kali ini bertujuan memberi pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya stroke. Dari rilis WHO yang dia kutip, satu dari empat orang akan mengalami stroke. Kemudian tiga dari empat penderita stroke akan mengalami stroke ulang.
"Jadi stroke ini pembunuh nomor satu di dunia dan di Indonesia. Sehingga untuk kita bersama-sama melawan stroke. Karena kalau pasien sudah terkena stroke, yang bisa membantu orang-orang di sekitarnya, bukan pasien strokenya," jelas Pujianto.
Pujianto menambahkan tujuan dibentuknya komunitas stroke ini untuk saling bertukar pengalaman dan pengetahuan antara penderita dan keluarganya. Serta meningkatkan pemahaman masyarakat tentang stroke dan penyuluhan tentang stroke.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)