medcom.id, Pemalang: Gunung Slamet tenang hari ini. Suara dentuman, gemuruh, lotaran abu tebal, dan luapan lava pijar sudah tak ada. Meski demikian, status gunung setinggi 3.428 mdpl itu tetap Siaga atau level III.
1.170 warga yang sebelumnya mengungsi, kembali ke rumah. Beberapa warga terlihat kembali beraktivitas seperti biasa, bahkan petani sayuran berani ke ladang di lereng gunung.
"Sudah tenang sekarang, kami harus kembali merawat tanaman sayur yang sempat kami tinggalkan," kata Saripah, 39, warga Jurangmangu, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Ahad (14/9/2014).
Kepala Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Pemalang, Sudrajat, mengatakan aktivitas vulkanik Slamet menurun dalam 12 jam terakhir. Indikasinya, cuaca terang dan angin bergerak tenang. Namun, puncak Gunung Slamet terhalang kabut.
"Kita belum tahu penyebab penurunan penurunan aktivitas vulkanik dan kegempaan, semoga aktivitas yang cenderung menurun mengindikasikan Gunung Slamet sudah melewati masa-masa aktivitas yang tinggi dalam beberapa pekan belakangan ini," kata Sudrajat.
medcom.id, Pemalang: Gunung Slamet tenang hari ini. Suara dentuman, gemuruh, lotaran abu tebal, dan luapan lava pijar sudah tak ada. Meski demikian, status gunung setinggi 3.428 mdpl itu tetap Siaga atau level III.
1.170 warga yang sebelumnya mengungsi, kembali ke rumah. Beberapa warga terlihat kembali beraktivitas seperti biasa, bahkan petani sayuran berani ke ladang di lereng gunung.
"Sudah tenang sekarang, kami harus kembali merawat tanaman sayur yang sempat kami tinggalkan," kata Saripah, 39, warga Jurangmangu, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Ahad (14/9/2014).
Kepala Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Pemalang, Sudrajat, mengatakan aktivitas vulkanik Slamet menurun dalam 12 jam terakhir. Indikasinya, cuaca terang dan angin bergerak tenang. Namun, puncak Gunung Slamet terhalang kabut.
"Kita belum tahu penyebab penurunan penurunan aktivitas vulkanik dan kegempaan, semoga aktivitas yang cenderung menurun mengindikasikan Gunung Slamet sudah melewati masa-masa aktivitas yang tinggi dalam beberapa pekan belakangan ini," kata Sudrajat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JCO)