(Istimewa)
(Istimewa)

Ganjar Izinkan Kepala Daerah di Jateng Alihkan Alokasi Bantuan untuk Pengentasan Kemiskinan

Lukman Diah Sari • 25 Januari 2023 17:55
Grobogan: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengizinkan para bupati dan wali kota untuk mengalihkan alokasi bantuan dari Pemprov Jawa Tengah untuk memprioritaskan pengentasan kemiskinan ekstrem. Namun, pengalihan alokasi harus disertakan dengan data yang valid.
 
Hal itu disampaikan Ganjar, saat memberikan arahan percepatan penanganan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Demak di Balai Desa Milir, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Rabu, 25 Januari 2023.
 
"Kalau program yang reguler sudah disiapkan jangan sampai itu bergeser. Saya mendorong kalau di level desa yang miskin, bahkan kemiskinan ekstrem, bantuannya boleh digeser ke sana, nanti saya izinkan. Umpama bantuan provinsi mau dipakai untuk penanggulangan kemiskinan ekstrem akan saya izinkan," kata Ganjar usai memberikan arahan di Grobogan, Rabu, 25 Januari 2023.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ganjar menerangkan pengalihan alokasi bantuan merupakan upaya inovasi Pemprov Jawa Tengah untuk percepatan pengentasan kemiskinan. Dia meminta setiap kepala daerah bertanggung jawab atas verifikasi dan validasi data terkait jumlah warga miskin serta jumlah warga yang berhak menerima bantuan di daerahnya masing-masing.
 
"Hari ini kita coba selesaikan untuk penanganan sampai ke level mikro, mikronya ada di desa. Kita minta kawan-kawa kades untuk mendata satu minggu ini, camat akan menjadi supervisi dan akan dikompilasi oleh kabupaten. Itu menjadi prioritas. Kalau nanti kemiskinan ekstrem di 2024 mesti selesai, kita semua di daerah punya tanggung jawab pada level masing-masing," jelas Ganjar.

Baca: Dinyatakan Termiskin, Gubernur DIY Bandingkan dengan Jawa Tengah


Ganjar menyampaikan Pemprov Jawa Tengah akan terus mendampingi para bupati, wali kota, camat, dan kades untuk mempercepat verifikasi dan validasi data warga miskin. Pemprov Jawa Tengah juga terus mencari inovasi untuk menambah bantuan anggaran pengentasan kemiskinan.
 
Termasuk dengan menggerakkan para filantrop, CSR, perusahaan, hingga BAZNAS agar menjalin kerja sama dengan pemerintah. Dengan demikian, diharapkan angka kemiskinan ekstrem nol persen pada 2024 yang ditargetkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tercapai.
 
"Tidak selesai di situ, pasti mereka (kades) akan berat, maka kita carikan (dana bantuan) seperti BAZNAS. Rakor BAZNAS kemarin juga setuju bahwa pentasarufan BAZNAS ini juga diarahkan untuk penanggulangan kemiskinan. CSR juga kita dorong," ucap Ganjar.
 
Sebagai informasi, Ganjar juga memberikan bantuan pengentasan kemiskinan berupa 1 unit digester biogas kepada kelompok tani dan ternak, sambungan listrik gratis untuk 253 rumah di Kabupaten Grobogan dan 36 sambungan listrik gratis untuk 35 KK di Kabupaten Demak.
 
(LDS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif