Ilustrasi awan kumulonimbus (cumulus) di wilayah pantai Ulee Lheue, Kota Banda Aceh, Aceh. Foto: Medcom.id/Fajri Fatmawati
Ilustrasi awan kumulonimbus (cumulus) di wilayah pantai Ulee Lheue, Kota Banda Aceh, Aceh. Foto: Medcom.id/Fajri Fatmawati

Waspada! Bencana Hidrometeorolgi Ancam Aceh

Fajri Fatmawati • 23 September 2022 15:32
Banda Aceh: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh Besar mengeluarkan peringatan dini hujan lebat di Provinsi Aceh. Koordinator Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Zakaria Ahmad, mengatakan ada 12 wilayah di provinsi Aceh yang patut waspada ancaman bencana hidrometeorologi.
 
"Ada 12 kabupaten/kota berpotensi diguyur hujan dengan potensi curah hujan lebat atau hujan denga durasi lama yang disertai kilat/petir dan angin kencang. Waspada potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, angin kencang," kata Zakaria, Jumat, 23 September 2022.
 
Kabupaten/kota yang berpotensi bencana hidrometeorologi tersebut, yakni Kabupaten Gayo Lues, Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Aceh Tenggara, Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Aceh Tengah,   Kabupaten Nagan Raya, Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Kota Langsa dan Kota Subulussalam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Peringatan dini prakiraan cuaca ini berlaku sejak 23 sampai 25  September 2022," ujarnya.
 
Zakaria menerangkan berdasarkan data prakiraan angin lapisan 3.000 feet terdapat daerah belokan angin (shareline) di wilayah provinsi Aceh. Kondisi suhu muka laut yang menghangat juga mendukung dalam peningkatan suplai uap air dari wilayah samudera Hindia ke wilayah Indonesia bagian barat termasuk Provinsi Aceh.
 
Baca: Seratusan Keluarga Terdampak Banjir di Padang Pariaman Dievakuasi
 
"Dan dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan-awan konvektif yang menyebabkan terjadinya hujan di wilayah Provinsi Aceh," jelasnya.
 
Sehingga dapat menyebabkan jembatan yang rendah tidak dapat dilintasi, terjadinya longsor, guguran bebatuan atau erosi tanah dalam skala menengah, volume aliran sungai meningkat/banjir, aliran banjir berbahaya dan menganggu aktivitas masyarakat dalam skala menengah.
 
"Kita himbau kepada masyarakat agar berhati-hati jika beraktivitas di luar rumah, tidak beraktivitas di luar rumah jika tidak mendesak, memperbarui informasi melalui media massa, mencari informasi dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait kebencanaan," imbau dia.
 
(NUR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif