Kepala Bidang Kedaruratan Logistik dan Peralatan BPBD Kutim Syafranuddin (baju hitam) meninjau banjir yang melanda RT 5 Dusun Kabo Desa Swargabara Sangatta, Jumat, 19 Maret 2022. ANTARA/Adi Sagaria
Kepala Bidang Kedaruratan Logistik dan Peralatan BPBD Kutim Syafranuddin (baju hitam) meninjau banjir yang melanda RT 5 Dusun Kabo Desa Swargabara Sangatta, Jumat, 19 Maret 2022. ANTARA/Adi Sagaria

BNPB Dampingi Penanganan Darurat Banjir di Kutai Timur

Antara • 23 Maret 2022 22:55
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan pendampingan penanganan bencana banjir di wilayah Kutai Timur,  Kalimantan Timur, yang terjadi sejak Jumat, 18 Maret 2022.

Tim Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) dan Direktorat Dukungan Sumber Daya Darurat memberikan pendampingan pos komando (posko) penanganan darurat dalam pelaksanaan rapat koordinasi, juga dalam penyusunan rencana operasi penanganan darurat.

Salah satu saran dalam perencanaan yaitu pemantauan kondisi cuaca dan analisisnya terkait potensi bencana susulan. Ini dapat membantu dalam kesiapsiagaan personel di lapangan.

"BNPB juga memberi rekomendasi untuk menggerakkan potensi kesehatan untuk mencegah penyebaran covid-19 dengan Kementerian Kesehatan, terkait pelaksanaan protokol kesehatan di lokasi pengungsian," kata Kepala Pusdalops BNPB, Bambang Surya Putra, Rabu, 23 Maret 2022.

Baca: Usai MotoGP, Kawasan Lombok Tengah Tergenang Banjir

Bambang juga berpesan perlu melakukan komunikasi dengan setiap pos pengungsian dengan menunjuk koordinator penyampaian kebutuhan dari pengungsi. Melalui peran koordinator, kebutuhan dan jumlah warga di setiap pos pengungsian dapat dengan cepat teridentifikasi.

Saat berada di lokasi bencana, BNPB memberikan bantuan dana operasional penanganan darurat kepada pemerintah daerah setempat. Bambang menyerahkan bantuan sebesar Rp250 juta yang diterima Bupati Kutai Timur.

Pemerintah Kutai Timur sendiri telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir. Status ini berlaku selama 14 hari, terhitung sejak 20 Maret hingga 2 April 2022. Penanganan darurat difokuskan pada pelayanan warga terdampak, khususnya mereka yang mengungsi ke pos pengungsian.

Data sementara BNPB pada hari ini, jumlah warga terdampak di Kecamatan Sanggata Utara sebanyak 15.504 jiwa dan Sanggata Selatan sebanyak 10.095 jiwa. Total warga yang terdampak banjir yaitu 25.599 jiwa.

Warga yang mengungsi berada di sejumlah titik, dengan rincian Kecamatan Sangatta Utara saat ini terdapat 9 titik pengungsian dan Kecamatan Sangatta Selatan 7 titik.

Warga yang mengungsi di Sangatta Utara tersebar di fasilitas kantor, tempat ibadah, sekolah, tempat olah raga dan rumah jabatan wakil bupati, sedangkan di Sangatta Selatan berada di Masjid Darussalam, BPU Desa Sangatta Selatan, Puskesmas Sangatta Selatan, SD 01 dan SD 02 Sangatta Selatan, terminal umum Km.03, SMK Singa Geweh dan rumah warga.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dan berbagai pihak tetap bersiaga dan memberikan pelayanan kepada para warga. Peralatan dan perlengkapan seperti perahu karet masih disiagakan di lokasi terdampak. Sebanyak 34 perahu karet disiagakan di lokasi, seperti dari BPBD provinsi 10 unit, BPBD Kutai Timur 4 unit serta sisanya dari berbagai institusi.

 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(DEN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>