ilustrasi/Medcom.id
ilustrasi/Medcom.id

Polda Sulut Tangkap 2 Penyelundup Senjata Api Ilegal

Antara • 20 Mei 2022 15:56
Sulut: Polda Sulawesi Utara bersama Polres Minahasa Utara dan Polres Kepulauan Sangihe mengungkap kasus penyelundupan sejumlah senjata api dan amunisi senjata api ilegal. Dari pengungkapan itu, dua tersangka ditangkap. 
 
"Pelaku diduga memiliki dan menyimpan senjata api serta amunisi senjata api tanpa izin atau ilegal," kata Kapolda Sulut Irjen Pol Mulyatno di Manado, Jumat, 20 Mei 2022.
 
Kapolda Mulyatno mengatakan kasus ini terungkap pada Minggu, 15 Mei 2022. Pengungkapan ini berdasarkan informasi dari masyarakat, kemudian Polres Minahasa Utara mengamankan seorang lelaki berinisial OM,18, di Kecamatan Kalawat, Minahasa Utara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Setelah dilakukan penggeledahan terhadap OM, didapati barang bukti berupa satu pucuk senjata api semiotomatis jenis UZI dan 15 butir amunisi kaliber 9 mm," ujar dia.
 
Selanjutnya, dilakukan pengembangan kasus. Pada Senin, 16 Mei 2022, setelah berkoordinasi dengan Polres Kepulauan Sangihe, personel Polres Minahasa Utara melakukan penangkapan terhadap lelaki berinisial FM, 22 di Kecamatan Tahuna, Kabupaten Sangihe.
 
Baca: Polisi Gagalkan Penyelundupan 3 Kontainer Minyak Goreng ke Timor Leste
 
Kemudian personel menuju wilayah Kecamatan Tamako, Sangihe. Sekitar pukul 12.30 WITA, dilakukan penggeledahan di rumah FM. Pada saat itu, ditemukan 25 butir amunisi kaliber 9 mm.
 
Sekitar pukul 13.30 WITA, personel Polres Minahasa Utara didampingi personel Polres Sangihe menuju area perkebunan di wilayah Kecamatan Tamako, yang diduga sebagai lokasi penyimpanan senjata api. Setelah dilakukan penggalian tanah, ditemukan barang bukti lima pucuk senjata api semi otomatis jenis UZI.
 
Pada Rabu, 18 Mei 2022, sekitar pukul 12.30 WITA, tim gabungan Polda Sulut, Polres Minahasa Utara dan Polres Sangihe menemukan lagi dua pucuk senjata api semi otomatis jenis UZI. Senjata itu tersimpan di dalam kotak speaker aktif di rumah salah seorang warga di Kecamatan Tamako.
 
"Barang bukti diamankan dalam kasus ini, delapan pucuk senjata api semiotomatis jenis UZI, 40 butir amunisi senjata api kaliber 9 mm, dua buku rekening Bank BRI, dan dua handphone," katanya.
 
Ia mengatakan kedua tersangka masing-masing OM dan FM diancam Pasal 2 ayat (1) UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api, Amunisi atau suatu bahan peledak secara ilegal tanpa izin yang sah.
 
"Ancamannya adalah hukuman mati atau hukuman 20 tahun penjara," kata Kapolda.
 
Terkait dengan kedua pelaku ini termasuk jaringan atau sindikat, Kapolda mengatakan masih dalam penyelidikan dan pendalaman.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif