Wonosobo: Sebanyak 15 kecamatan di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah terdeteksi sangat rawan mengalami bencana tanah longsor. Semua warga di wilayah itu, terutama yang tinggal di daerah atas dan bawah bukit diminta lebih waspada dengan kondisi cuaca ekstrem beberapa hari ke depan.
"Hampir semua kecamatan, yang terdiri dari 15 kecamatan rawan longsor. Tapi kalau tingkat desa tidak semuanya rawan. Hal ini mengingat teksture tanah yang labil dan merupakan daerah perbukitan," kata Kepala Pelaksana Harian (Plh) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo, Bambang Triyono, Rabu, 30 Maret 2022.
BPBD bekerja sama dengan lintas sektoral, yakni Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait kebencanaan, dan para pemangku wilayah selalu gencar melakukan sosialisasi kebencanaan.
Baca: Fenomena Pergerakan Tanah Rusak 11 Rumah Warga di Manggarai Barat, NTT
"Kita selalu gencar sosialisasi kebencanaan pada masyarakat dan pelatihan tanggap bencana untuk relawan,"katanya.
Bambang mengimbau warga agar tetap waspada dan hati-hati mengingat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi masih terus terjadi dalam beberapa hari terakhir. Ia meminta warga yang tinggal di daerah atas dan bawah bukit lebih waspada. Sebab bencana longsor kerap menimpa rumah warga yang ada di daerah atas dan bawah bukit.
"Kamu minta warga lebih waspada, hati-hati dan selalu siaga, mengingat cuaca masih ekstren dan curah hujan tinggi," ujar Bambang.
Wonosobo: Sebanyak 15 kecamatan di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah terdeteksi sangat rawan mengalami bencana
tanah longsor. Semua warga di wilayah itu, terutama yang tinggal di daerah atas dan bawah bukit diminta lebih waspada dengan kondisi cuaca ekstrem beberapa hari ke depan.
"Hampir semua kecamatan, yang terdiri dari 15 kecamatan rawan longsor. Tapi kalau tingkat desa tidak semuanya rawan. Hal ini mengingat teksture tanah yang labil dan merupakan daerah perbukitan," kata Kepala Pelaksana Harian (Plh) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo, Bambang Triyono, Rabu, 30 Maret 2022.
BPBD bekerja sama dengan lintas sektoral, yakni Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait kebencanaan, dan para pemangku wilayah selalu gencar melakukan sosialisasi kebencanaan.
Baca: Fenomena Pergerakan Tanah Rusak 11 Rumah Warga di Manggarai Barat, NTT
"Kita selalu gencar sosialisasi kebencanaan pada masyarakat dan pelatihan tanggap bencana untuk relawan,"katanya.
Bambang mengimbau warga agar tetap waspada dan hati-hati mengingat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi masih terus terjadi dalam beberapa hari terakhir. Ia meminta warga yang tinggal di daerah atas dan bawah bukit lebih waspada. Sebab bencana longsor kerap menimpa rumah warga yang ada di daerah atas dan bawah bukit.
"Kamu minta warga lebih waspada, hati-hati dan selalu siaga, mengingat cuaca masih ekstren dan curah hujan tinggi," ujar Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WHS)