Bus Pandawa yang membawa rombongan peziarah dari Balaraja Tangerang, Banten mengalami kecelakaan di Jalan Panjalu-Panumbangan, tepatnya di Tanjakan Balas, Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. (MI/Kristiadi)
Bus Pandawa yang membawa rombongan peziarah dari Balaraja Tangerang, Banten mengalami kecelakaan di Jalan Panjalu-Panumbangan, tepatnya di Tanjakan Balas, Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. (MI/Kristiadi)

Bus Maut di Ciamis Tak Terdaftar di Spionam

Media Indonesia.com • 23 Mei 2022 08:16
Ciamis: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah melakukan pemeriksaan terkait bus pariwisata nomor polisi DK 7307 WA yang mengalami kecelakaan di Jalan Payungsari, Dusun Pari, Desa Payungsari, Kecamatan Panumbang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada Sabtu, 21 Mei 2022, sekitar pukul 17.30 WIB. Dalam pemeriksaan, bus tersebut tidak terdaftar dalam spionam (Sistem Informasi Perizinan Portal Angkutan dan Multimoda)
 
Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi, mengatakan, bus pariwisata yang telah mengalami kecelakaan di Kecamatan Panumbangan itu hampir sama dengan kejadian di Wado, Sumedang, tahun lalu.
 
Bus yang mengalami kecelakaan sama-sama merupakan bus pariwisata dan banyak pengusaha bus pariwisata yang belum mengurus izin spionam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bus pariwisata yang mengalami kecelakaan di Kecamatan Panumbangan, berasal dari Bali dan berdasarkan pengakuan kondektur bus kendaraan itu milik PO Pandawa berlokasi di Serang, Banten, dan kami telah melakukan pemeriksaan. Kendaraan itu tak terdaftar di dalam data Spionam Kemenhub termasuk perusahan dan kendaraannya," katanya, Minggu, 22 Mei 2022.
 
Baca juga: Bus Tabrak Rumah di Ciamis Diduga Akibat Rem Blong
 
Ia mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi bersama aparat kepolisian termasuk membenahi permasalahan perizinan. Peristiwa itu menjadi pembelajaran bagi Kemenhub untuk evaluasi regulasi terutama akan melakukan kajian. 
 
Namun, seluruh perusahan bus pariwisata diminta untuk selalu mengecek kondisi kendaraan dan berdasarkan pengakuan kondektur, bus itu mengalami rem blong sebelum kecelakaan.
 
"Kendaraan tersebut berangkat dari Tangerang, Banten, pada Jumat malam, 20 Mei 2022, awalnya membawa rombongan peziarah ke makam Sunan Gunung Jati di Cirebon melanjutkan perjalanan ke Panjalu, Ciamis, pada Sabtu pagi dan akan melanjutkan kembali ke Pamijahan, Kabupaten Tasikmalaya," ujarnya.
 
Menurutnya, rombongan kemudian sampai di Panjalu pada Sabtu sore dan setelah beberapa jam berada di Situ Panjalu, kendaraan kembali melanjutkan perjalanan hendak menuju arah Pamijahan, Kabupaten Tasikmalaya.
 
Tetapi saat melintas di Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, bus mengalami kecelakaan diduga pengemudinya tidak beristirahat ketika menjalankan bus pariwisata hingga kelelahan dan selain itu, rem bus diduga blong.
 
"Kondektur bus mengatakan bus masih berfungsi ketika di Panjalu. Namun, ketika melewati turunan Pari, Panumbangan, rem bus tidak berfungsi dan direm tangan enggak bisa dan sopir sempat ngomong, rem blong, sopir bus tersebut bukan kali pertama dalam mengemudikan kendaraan ke Panjalu, karena kondektur tersebut bersama sopir selama itu sudah sering mengantarkan wisatawan ke Panjalu," paparnya.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif