Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Istimewa
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Istimewa

Bus Trans Jateng jadi Trending Twitter, Ada Apa?

Al Abrar • 31 Mei 2022 14:14
Semarang: Bus Trans Jateng menduduki tren nomor dua dalam topik yang dibicarakan netizen di media sosial Twitter. Hal ini bermula dari utas yang dibuat pemilik akun @Gus_Raharjo.
 
Gus Raharjo menjelaskan peran Gubernur Ganjar Pranowo yang berhasil mewujudkan moda transportasi aman, murah, dan mudah bagi masyarakat Jawa Tengah.
 
“Nah, Pak @ganjarpranowo ini berhasil memindahkan pengusaha dan pekerja angkutan umum ke bisnis transportasi modern Trans Jateng. Bukan saja tanpa gejolak, tapi orang-orang yang terimbas program sekarang malah semakin sejahtera. #BusTransJateng,” tulisnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berbeda dengan Bus Rapid Transit di daerah, Ganjar membuat Bus Trans Jateng dengan tingkat kerumitan yang lebih tinggi. Sesuai namanya, Bus Trans Jateng menghubungkan antar kabupaten kota di Jawa Tengah.
 
Dalam utas tersebut juga menjelaskan bagaimana Ganjar menggandeng para pengusaha dan sopir angkot di wilayah yang terdapat koridor Bus Trans Jateng.
 
“Bukan perkara mudah. Karena keberadaan Trans Jateng jelas mengurangi pendapatan mereka,” katanya.
 
Baca: Bangun Rumah Sehat, Ganjar Yakin Kesejahteraan Masyarakat Bisa Meningkat
 
Bus Trans Jateng mengaspal pertama kali pada tahun 2017. Koridor pertama yang beroperasi saat itu adalah rute Semarang Tawang-Terminal Bawen. Hingga kini sudah ada enam koridor yang aktif berjalan.
 
Koridor 1 Semarang Tawang-Terminal Bawen, koridor 2 Bulupitu-Bukateja, koridor 3 Bahurekso-Mangkang, Koridor 4 Terminal Tirtonadi-Terminal Sumberlawang, Koridor 5 Stasiun Kutoarjo-Terminal Borobudur dan Koridor 6 Terminal Penggaron-Terminal Gubug.
 
Ganjar tidak menemui jalan mudah untuk mewujudkan enam koridor tersebut. Setidaknya penolakan sopir angkot terjadi dan melahirkan demo karena Ganjar dianggap mematikan nafkah mereka.
 
“Di sinilah hebatnya Pak @ganjarpranowo. Setelah melalui rembugan berkali-kali, para pengusaha angkot ini akhirnya berhasil disatukan dalam satu koperasi berbadan hukum. Untuk koridor Semarang-Bawen, mereka disatukan jadi Koperasi Mulia Orda Serasi,” kata akun tersebut.
 
Cara Ganjar mengubah penolakan jadi dukungan ini juga menguntungkan Pemprov Jateng. Sebab tak perlu membeli armada bus baru karena disediakan oleh operator yakni pengusaha angkutan umum di koperasi itu sendiri.
 
“Sedangkan para sopir dijadikan sopir #BusTransJateng. Mereka mendapat gaji tetap bulanan, THR sebulan gaji, BPJS dan masih mendapat pembagian keuntungan usaha di akhir tahun. Lainnya jadi petugas di halte, petugas administrasi dan lain-lain,” ujarnya.
 
Gus Raharjo juga menyebut Ganjar berhasil menyerap ratusan tenaga kerja langsung dalam satu koridornya. Masyarakat pun senang karena bisa menikmati moda transportasi yang murah dan aman.
 
“Masyarakat senang karena sopir dan awal busnya profesional. Nyupirnya nyantai karena tidak dikejar setoran, jadwal datangnya selalu tepat, nggak ngetem dan nggak ada sopir yang ngerokok sembarangan di dalam bus,” katanya.
 
Keberhasilan Ganjar mengubah penolakan jadi dukungan ini pun diapresiasi masyarakat. Warga meminta kedepannya rute Bus Trans Jateng dibuka lebih banyak lagi.
 
“Mungkin kedepannya rute #BusTransJateng harus dibuka lebih banyak lagi, sehungga penyerapan tenaga kerja lebih banyak dan masyarakat dapat merasakat transportasi yg murah, nyaman dan berkualitas pak,” kata @Gus***** menanggapi.
 
Senada, akun lain juga mengapresiasi upaya Ganjar. Ada yang berharap Bus Trans Jateng terus beroperasi karena membantu masyarakat Jawa Tengah.
 
“Salut untuk Pak @ganjarpranowo semoga #BusTransJateng tidak berhenti beroprasi seperti daerah lain, karena sangat membantu masyarakat di daerah Jawa Tengah,” tulis akun @bp*****.
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif