Rumah Korban Gempa Manfaatkan Kayu Sitaan
Warga melintas diantara bangunan yang roboh akibat gempa di pusat perekonomian kawasan, Pemenang, Lombok Utara, NTB. Foto: MI/Ramdani.
Jakarta: Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat (Pemda NTB) akan memanfaatkan kayu sitaan hasil perambahan hutan untuk membangunan rumah serta fasilitas umum yang rusak akibat gempa pada Juli dan Agustus 2018. Kayu dipakai setelah ada penetapan dari pengadilan.

"Sekarang kami sedang mengurus masalah tersebut," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB Madani Mukarom di Mataram, NTB, seperti dilansir Antara, Kamis, 25 Oktober 2018.

Menurut dia, ada sekitar 400 meter kubik kayu yang disita dalam beberapa tahun terakhir. Kayu itu berada di kantor Dinas LHK NTB serta Kabupaten Lombok Timur dan Pulau Sumbawa.


Kayu sitaan itu akan diberikan kepada aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga kontrak di lingkup Dinas LHK NTB yang rumahnya rusak akibat gempa bumi. Ada 169 ASN dan tenaga kontrak yang rumahnya hancur.

Mereka tersebar di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur dan Pulau Sumbawa. Tak hanya itu, Pemda NTB juga akan membagikan kayu itu untuk pembangunan sekolah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB Mohammad Rum berharap kayu itu bisa diberikan kepada korban gempa untuk membangun rumah instan kayu (rika) antigempa. Hal ini sesuai rekomendasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Baca: Jokowi Serahkan Tabungan Pembangunan Rumah ke Warga Lombok

"Kayu hasil sitaan tersebut merupakan jenis kayu yang kuat. Sayang kalau ditumpuk jadi makanan rayap. Kenapa tidak diproses menjadi bahan membangun kembali rumah korban gempa," jelas dia.

Data BPBD NTB menunjukkan jumlah rumah rusak yang sudah terverifikasi hingga 8 Oktober 2018 sebanyak 177.280 unit. Rinciannya, 63.680 unit rusak berat, 26.536 unit rusak sedang, dan 87.064 unit rusak ringan. 





(OGI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id