Kapala Imigrasi Kelas I Makassar, Pallawarukka, saat merilis penangkapan dua WNA Asala Tiongkok.
Kapala Imigrasi Kelas I Makassar, Pallawarukka, saat merilis penangkapan dua WNA Asala Tiongkok.

Petugas Imigrasi Makassar Tahan Dua Warga Tiongkok

Nasional wna ilegal izin tinggal wna
Muhammad Syawaluddin • 06 April 2019 00:04
Makassar: Petugas Imigrasi Kelas I Makassar menahan dua warga negara asing (WNA) asal Tiongkok di Kabupaten Sinjai. Keduanya kedapatan menyalahi izin tinggal dengan berdagang pakaian dan perhiasan.
 
"Petugas mengamankan atau menjemput kedua WNA Tiongkok tersebut di Kabupaten Sinjai," kata, Kepala Imigrasi Kelas I Makassar, Pallawarukka, di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat 5 April 2019.
 
Dua WNA ini bernama Cay Yongcong, 38 dan Chen Xia, 40 yang tindakannya sempat dicurigai masyarakat setempat. Hasil laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh pihak imigrasi dan akhirnya warga Tiongkok itu tak mampu memperlihatkan kelengkapan administrasi dalam melakukan jual beli itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Data administrasi menunjukan izin yang dimiliki hanya untuk tinggal sementara di Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan. Visa yang mereka punya pun hanya untuk kunjungan wisata sementara.
 
"Visa mereka berlaku hanya setahun dan tidak boleh digunakan untuk kegiatan lain seperti usaha memperdagangkan barang-barang," kata Pallawarukka.
 
Imigrasi Kelas I Makassar saat ini tengah menyelidiki adanya dugaan pemalsuan dokumen kedua WNA itu. Diduga ada kejanggalan dari Izin Tinggal Terbatas (Itas) milik Cay Yongcong dan Chen Xia, yang dikeluarkan oleh pihak Imigrasi Jakarta Barat.
 
Koordinasi dengan Imigrasi Jakarta Barat akan dilakukan untuk memastikan bahwa Itas milik WNA asal Tiongkok tersebut sah atau merupakan tindakan pemalsuan dokumen. Diketahui keduanya berada di Indonesia sejak 19 Maret 2019.
 
Kedua WNA tersebut diketahui telah melintasi beberapa daerah di Sulawesi Selatan. Mereka kini berada di Rumah Tahanan Kantro Imigrasi Makassar untuk memastikan pelanggaran yang terjadi.
 
"Sementara kita amankan untuk pemeriksaan lanjutan. Kalau memang terbukti melakukan pemalsuan kita akan deportasi ke negaranya," tegas Pallawarukka.

 

(BOW)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif