Yogyakarta: Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta mengandalkan ternak dari luar daerah memenuhi kebutuhan hewan kurban untuk perayaan iduladha. Pasalnya populasi ternak lebih rendah dibanding kebutuhan hewan kurban.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Suyana, mengatakan populasi ternak sapi di wilayahnya hanya 100 ekor. Sementara kambing diperkirakan 500 ekor.
"Datanya memang hanya segitu, maka kebutuhan (kurban) dipenuhi dari luar daerah," kata Suyana saat dihubungi, Rabu, 14 Juni 2023.
Suyana mengatakan kebutuhan sapi kurban sebanyak 2.200 ekor dan 3.500 ekor kambing pada iduladha tahun lalu. Menurut dia, jumlah kebutuhan hewan kurban tak jauh dari angka itu.
"(Kota) Jogja ini bukan daerah peternakan jadi tiap tahun kurang. Tapi bukan masalah karena disuplai dari luar wilayah," jelasnya.
Suyana menyatakan lembaganya menyiapkan pengawasan masuknya ternak ke Kota Yogyakarta. Selain mengantisipasi masuknya hewan dengan membawa penyakit, namun juga memastikan prosedur pengawasan terpenuhi.
"Hewan ternak yang masuk (setiap wi(ayah) sekarang harus memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan atau SKKH. Aturan ini untuk memastikan kualitas hewan ternak memang baik," ungkapnya.
Ia tak menampik penyakit mulut dan kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD) masih jadi ancaman. Peningkatan lalu lintas ternak bisa menyebabkan penularan penyakit ke sesama hewan.
"Pengawasan (lalu lintas ternak) juga ada relawan yang membantu memantau, termasuk dari mahasiswa kedokteran hewan dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia," ujarnya.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
Yogyakarta: Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta mengandalkan
ternak dari luar daerah memenuhi kebutuhan hewan kurban untuk perayaan iduladha. Pasalnya
populasi ternak lebih rendah dibanding kebutuhan hewan
kurban.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Suyana, mengatakan populasi ternak sapi di wilayahnya hanya 100 ekor. Sementara kambing diperkirakan 500 ekor.
"Datanya memang hanya segitu, maka kebutuhan (kurban) dipenuhi dari luar daerah," kata Suyana saat dihubungi, Rabu, 14 Juni 2023.
Suyana mengatakan kebutuhan sapi kurban sebanyak 2.200 ekor dan 3.500 ekor kambing pada iduladha tahun lalu. Menurut dia, jumlah kebutuhan hewan kurban tak jauh dari angka itu.
"(Kota) Jogja ini bukan daerah peternakan jadi tiap tahun kurang. Tapi bukan masalah karena disuplai dari luar wilayah," jelasnya.
Suyana menyatakan lembaganya menyiapkan pengawasan masuknya ternak ke Kota Yogyakarta. Selain mengantisipasi masuknya hewan dengan membawa penyakit, namun juga memastikan prosedur pengawasan terpenuhi.
"Hewan ternak yang masuk (setiap wi(ayah) sekarang harus memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan atau SKKH. Aturan ini untuk memastikan kualitas hewan ternak memang baik," ungkapnya.
Ia tak menampik penyakit mulut dan kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD) masih jadi ancaman. Peningkatan lalu lintas ternak bisa menyebabkan penularan penyakit ke sesama hewan.
"Pengawasan (lalu lintas ternak) juga ada relawan yang membantu memantau, termasuk dari mahasiswa kedokteran hewan dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia," ujarnya.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)