medcom.id, Bandung: Pemerintah Provinsi Jawa Barat tak akan melakukan operasi pasar setelah harga cabai rawit merah naik di pasar. Hingga berita ini dimuat, Rabu 11 Januari, harga cabai di Jabar menyentuh Rp110 ribu per Kg.
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan tak akan menggelar operasi pasar untuk menstabilkan harga cabai. Tapi Gubernur menawarkan solusi lain untuk mengatasi masalah tersebut.
"Yaitu melakukan gerakan sosial menanam cabai di rumah," kata Aher saat berkunjung ke Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (10/1/2016).
Aher mengajak warga Jabar menanam cabai di pot kecil di rumah masing-masing. Sehingga kebutuhan cabai untuk rumah tangga dapat terpenuhi tanpa harus membeli di pasar.
Di pasar tradisional di Bandung, Jawa Barat, harga cabai rawit merah masih di kisaran Rp120 ribu. Padahal harga normal biasanya hanya Rp60 ribu sampai dengan Rp80 ribu per Kg.
Jatim Datangkan Cabai dari Gorontalo
Kenaikan harga cabai juga terjadi di Jawa Timur. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim M Ardi Prasetyawan memprediksi harga cabai rawit merah mahal untuk waktu yang lama.
Alasannya, kata Ardi, sulit mendapatkan pasokan cabai dari dalam provinsi. Sehingga Pemprov harus mendatangkan cabai dari luar provinsi yaitu Gorontalo.
"Cabai dari Gorontalo harganya Rp67 ribu. Sehingga kami jual dengan harga Rp75 ribu. Harga itu jauh dari harga pasaran saat ini," ungkap Ardi di Surabaya.
Keputusan mendatangkan cabai dari Gorontalo merupakan kerja sama Pemprov dengan Bulog. Sementara provinsi lain, seperti Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan, sudah kehabisan stok.
Jatim, ungkap Ardi, memiliki stok cabai di Kediri. Namun stoknya menipis. Harganya pun mahal yaitu berkisar Rp75 ribu hingga Rp80 ribu.
Menurut Ardi, harga rata-rata cabai rawit merah di Jatim yaitu Rp90 ribu per Kg. Pemprov menargetkan harga cabai rawit di pasaran dapat turun hingga Rp75 ribu per Kg.
medcom.id, Bandung: Pemerintah Provinsi Jawa Barat tak akan melakukan operasi pasar setelah harga cabai rawit merah naik di pasar. Hingga berita ini dimuat, Rabu 11 Januari, harga cabai di Jabar menyentuh Rp110 ribu per Kg.
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan tak akan menggelar operasi pasar untuk menstabilkan harga cabai. Tapi Gubernur menawarkan solusi lain untuk mengatasi masalah tersebut.
"Yaitu melakukan gerakan sosial menanam cabai di rumah," kata Aher saat berkunjung ke Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (10/1/2016).
Aher mengajak warga Jabar menanam cabai di pot kecil di rumah masing-masing. Sehingga kebutuhan cabai untuk rumah tangga dapat terpenuhi tanpa harus membeli di pasar.
Di pasar tradisional di Bandung, Jawa Barat, harga cabai rawit merah masih di kisaran Rp120 ribu. Padahal harga normal biasanya hanya Rp60 ribu sampai dengan Rp80 ribu per Kg.
Jatim Datangkan Cabai dari Gorontalo
Kenaikan harga cabai juga terjadi di Jawa Timur. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim M Ardi Prasetyawan memprediksi harga cabai rawit merah mahal untuk waktu yang lama.
Alasannya, kata Ardi, sulit mendapatkan pasokan cabai dari dalam provinsi. Sehingga Pemprov harus mendatangkan cabai dari luar provinsi yaitu Gorontalo.
"Cabai dari Gorontalo harganya Rp67 ribu. Sehingga kami jual dengan harga Rp75 ribu. Harga itu jauh dari harga pasaran saat ini," ungkap Ardi di Surabaya.
Keputusan mendatangkan cabai dari Gorontalo merupakan kerja sama Pemprov dengan Bulog. Sementara provinsi lain, seperti Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan, sudah kehabisan stok.
Jatim, ungkap Ardi, memiliki stok cabai di Kediri. Namun stoknya menipis. Harganya pun mahal yaitu berkisar Rp75 ribu hingga Rp80 ribu.
Menurut Ardi, harga rata-rata cabai rawit merah di Jatim yaitu Rp90 ribu per Kg. Pemprov menargetkan harga cabai rawit di pasaran dapat turun hingga Rp75 ribu per Kg.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RRN)