ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Bupati Jombang dan Ajudan Positif Covid-19, IDI Sarankan Tracing

Nasional Virus Korona Kepala Daerah protokol kesehatan
Amir Zakky • 30 November 2020 17:28
Jombang: Ikatan Dokter Indonesia, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menyarankan ada penulusan menyeluruh usai Bupati Jombang, Mundjidah Wahab dan seorang ajudannya, dinyatakan positif terinfeksi covid-19. Penelusuran menjadi penting agar potensi munculnya klaster pejabat bisa dihindari.
 
“Ini dalam rangka  memutus penularan agar penyebaran bisa segera dikendalikan dan potensi munculnya transmisi penularan baru hingga menjadi klaster pejabat tidak terjadi,” kata Ketua IDI Kabupaten Jombang, dr Iskandar Zulkarnain, melalui sambungan telepon, Senin, 30 November 2020.
 
Menurut Iskandar, berdasarkan protokol kesehatan proses tracing dan tracking tidak ada yang berbeda baik terhadap bupati maupun warga biasa. Sesuai standar WHO, konsepnya tetap 3T, Testing, Treatment, Tracing.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Bupati Jombang Mundjidah Wahab Positif Covid-19
 
Dalam rumus 3T, infeksius virus kuman yang menjangkiti seseorang dianalisis pada H-2 sebelum orang tersebut muncul keluhan. Langkah selanjutnya, yakni melakukan tahapan testing, seperti uji test swab PCR, kemudian disusul dengan melakukan proses treatment atau penanganan.
 
“Kalau bupati merasakan sakit pada 12 November, dan kemudian dinyatakan positif 13 November, tracingnya harus fokus mulai 9 November. Disitu bisa dilacak, siapa saja yang pernah kontak erat, entah ketemu di dalam satu kendaraan, gedung pertemuan yang tertutup, atau orang yang kontak erat dengan beliau lebih dari 15 menit,” rinci Iskandar.
 
Disebutkan Iskandar, kegiatan tracking, tracing menjadi sangat penting apalagi bupati merupakan public figure. Tak itu saja, kegiatan itu juga untuk memutus potensi penularan yang lebih besar pasca ajudan Bupati, juga sudah dinyatakan positif terinfeksi covid-19 dengan status kontak erat.
 
“Sekarang memang agak lebih rumit karena posisinya bupati tidak membuka sejak awal dan baru diungkap saat dirujuk atau 10 hari usai isolasi mandiri. Tapi saya tidak perduli proses itu di ekspose atau tidak, tapi yang penting protokol itu harus dilaksanakan begitu kasus itu diketahui. Apalagi OTG, itu sangat sulit sekali, karena biasanya orang tanpa gejala itu dia tidak tahu kalau dia sakit,” ujar Iskandar.
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif